Beranda Seni Budaya dan Pariwisata Melestarikan Adat Unjungan, Wujud Penghormatan Anak Cucu atau Keturunan terhadap Peninggalan Leluhur

Melestarikan Adat Unjungan, Wujud Penghormatan Anak Cucu atau Keturunan terhadap Peninggalan Leluhur

30
0

INDRAMAYU (Pelitaindo.news) – Masyarakat Desa Tegalgirang Blok Girang RT. 09-11/RW 04, dan Pemerintah Desa Tegalgirang Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu Jawa Barat sangat antusias mengikuti Haul Buyut Lemah Duwur dalam acara adat unjungan. Haul tersebut dihadiri Camat Bangodua, Pemdes dan lembaga desa, tokoh masyarakat serta tokoh agama yang menjadi pilar utama untuk memimpin do’a tahlilan yang diadakan setiap tahun dalam rangkaian unjungan. Acara tersebut dipusatkan di kompleks pemakaman Mbah Buyut Lemah Duwur, Minggu (08/10/2023).

Sementara itu Kepala Desa Tegalgirang, Hajiah bersyukur dan berterimakasih kepada semua pihak serta masyarakat yang telah berpartisipasi melestarikan adat budaya Kabupaten Indramayu. “Adanya kegiatan ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur masyarakat terhadap sang pencipta untuk terus mengingat dan melanjutkan jejak para leluhur terdahulu sebagai motivasi untuk terus beribadah dan saling peduli satu sama lain,” tutur Hajiah.

Warga Desa Tegalgirang sangat antusias mengikuti Haul Buyut Lemah Duwur dalam acara Adat Unjungan

Untuk meriahkan unjungan tersebut selama dua hari, Sabtu dan Minggu diadakan Parade Sinoman (anak-anak usia dini) diiringi drumband. Arak-arakan Singa Depok, yang diikuti oleh masyarakat desa Tegalgirang dengan berbagai macam kreasinya.

“Ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat desa karena dalam penyelenggaraannya mengandung nilai-nilai luhur kegotong-royongan yang patut dilestarikan,” ujar Kades Tegalgirang.

Camat Bangodua H. Raden Mas Wahyu Adhiwijaya, S.STP M.Si mengatakan, Unjungan merupakan wujud penghormatan anak cucu atau keturunan terhadap peninggalan leluhur. Momen ini menjadi kesempatan untuk berkumpul, bersilaturahmi untuk mendoakan para leluhur, saling mengenal sebagai satu keluarga dan saling menjaga satu sama lain.

“Unjungan ini sebagai upaya untuk melestarikan budaya asli daerah. Sebab, jika bukan kita yang melestarikan, mau siapa lagi. Insya Allah kegiatan ini akan memberikan banyak hal positif bagi masyarakat Tegalgirang,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat harus menjaga ketertiban, keamanan dan kondusifitas lingkungan. Masyarakat harus selalu kompak dalam hal-hal yang positif dan harus selalu semangat untuk berperan dalam proses pembangunan menuju Indramayu Bermartabat.

Sementara itu panitia penyelanggara pawai budaya unjungan Buyut Lemah Duwur, mengatakan banyak-banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan adat unjungan ini.

Tradisi unjungan adalah tradisi sakral di Kabupaten Indramayu dalam menjunjung tinggi adat istiadat warga setempat. Adapun, intisari dari tradisi unjungan adalah ziarah dan berdoa kepada para leluhur yang sudah tiada. Setelah itu, dilanjut dengan kirab budaya dan seni kreasi keliling desa yang menampilkan kesenian tradisional dan kreativitas masyarakat setempat dan panggung hiburan yaitu sandiwara.

Dia juga menambahkan, bahwa atas nama masyarakat Desa Tegalgirang Blok Girang memberikan apresiasi kepada Ibu Hajiah selaku Kuwu (Kepala Desa), yang telah memajukan pembangunan juga melestarikan tradisi adat Jawa yang sangat sakral ini. (Prapto/Herman/Tongol)

The post Melestarikan Adat Unjungan, Wujud Penghormatan Anak Cucu atau Keturunan terhadap Peninggalan Leluhur first appeared on pelitaindonews.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.