Beranda Jabodetabek Antisipasi Lonjakan Covid-19, Ade Yasin Gandeng BPSDM Kemendagri RI

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Ade Yasin Gandeng BPSDM Kemendagri RI

200
0

Jakarta, Mediasakti.idBupati Bogor, Ade Yasin melakukan penandatanganan perpanjangan kerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Hal ini tentang pinjam pakai tanah dan bangunan milik BPSDM Kemendagri RI sebagai Pusat Isolasi Terpadu (ISOTER) di Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor untuk penanganan Covid-19, di Kantor BPSDM Kemendagri Jakarta Selatan, Selasa (28/09/2021).

Bupati Bogor, Ade Yasin mengungkapkan perpanjangan kerjasama Pusat Isoter dilakukan sebagai bentuk upaya optimalisasi penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Dirinya juga mengungkapkan terima kasih kepada BPSDM Kemendagri RI yang telah mendorong optimalisasi pengendalian dan penanganan pandemi Covid-19 melalui peminjaman bangunan untuk dijadikan Pusat Isoter bagi pasien Covid-19.

 

“Terima kasih yang sebesar-besarnya, Pusat Isoter Kemang beserta fasilitasnya sudah kita gunakan dan sudah berjalan 2 tahun untuk menangani pasien Covid-19,” ucap Ade.

“Alhamdulilah masyarakat kami yang terpapar Covid-19 bisa sembuh setelah dilakukan perawatan di Pusat Isoter, salah satunya Pusat Isoter Kemang,” lanjutnya.

“Ini juga sebagai antisipasi karena menurut para pengamat mungkin akan ada gelombang 3 Covid-19, mudah-mudahan ini tidak terjadi, semakin kosong keterisian Pusat Isoter, itu jadi harapan kami, mudah-mudahan terus melandai kasusnya,” jelasnya.

Ade Yasin menyatakan, selain itu percepatan vaksinasi juga gencar dilakukan untuk mencapai target 4,2 juta masyarakat Kabupaten Bogor atau 70% untuk yang sudah melakukan vaksinasi hingga Desember mendatang.

Masih menurut Ade, “Dari pantauan perhari bisa mencapai 50-60 ribu orang yang divaksin, kalau melihat perkembangannya sekarang, saya kira November kita bisa selesaikan 70%, sehingga masyarakat)warga, bisa bekerja dan beraktivitas kembali dan kantor-kantor bisa dibuka kembali dengan normal walaupun tetap dibuka dengan Protokol Kesehatan,” tuturnya.

“Dengan adanya PPKM level 3, kita tetap membatasi diri dengan kegiatan-kegiatan yang tidak penting keluar, apalagi sekarang sudah diwajibkan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi masuk ke mall dan tempat-tempat wisata. Dipastikan sudah divaksin semua dan sehat semua,” katanya lebih lanjut.

Di kesempatan yang sama, Ia juga menyampaikan, “Pusat Isoter Kemang sudah sesuai dan sangat memenuhi syarat yang ditetapkan serta dikonsultasikan dengan Kemenkes RI, bahkan sudah sesuai dengan klasifikasi Rumah Sakit Kelas D. Berpedoman aturan Kemenkes tentang klasifikasi rumah isolasi,” ucapnya.

Diketahui, Pusat Isoter Kemang sudah bisa disetarakan dengan rumah sakit, karena fasilitasnya sudah cukup lengkap, ada tempat Hepa Filter, ruang ICU, oksigen, ruang UGD dan lain sebagainya.

“Selain OTG juga bisa dibawa ke sana, karena sudah ada layanan farmasi dan labotarium dengan total kapasitas 84 tempat tidur dan bisa menginap di situ semua,” sambungnya.

“Kalau OTG minimal harus 14 hari di situ tetapi kalau 10 hari bisa pulang kalau kondisinya sudah membaik, akan tetapi kalau kondisinya memburuk kita bawa ke rumah sakit terdekat,” ujar Ade.

“Alhamdullilah alumni dari sini tidak ada yang meninggal. Jadi yang meninggal itu biasanya telat di bawa ke rumah sakit lalu memang sudah terserang paru-parunya. Kalau dari Isoter, Alhamdullilah tidak ada yang meninggal, ini saya sangat apresiasi sekali karena ini sesuatu yang sangat baik sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman bisa isolasi di Isoter,” terangnya.

Selanjutnya, Kepala BPSDM Kemendagri RI, Teguh Setyabudi mengatakan bahwa penandatangan perpanjangan kerja sama merupakan perpanjangan ketiga untuk penggunaan Pusat Isoter Oktober-Desember 2021.

“Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan, mudah-mudahan tidak terjadi gelombang ketiga,” ungkap Teguh.

“Dengan kasus yang terus melandai, mudah-mudahan pandemi segera berakhir. Meskipun tidak ada satupun yang tahu pandemi ini kapan berakhirnya. Perpanjangan kerjasama ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19,” lanjutnya.

“Jika pandemi telah berakhir tempat itu bisa digunakan kembali sebagai pusat pelatihan bagi para ASN, juga sebagai pusat pendidikan, dan pengajaran,” pungkasnya.

Jurnalis : Jon Piter

Terima kasih telah membaca Mediasakti.id
Dapatkan informasi, inspirasi dan Insight di email kamu.

Daftarkan email

Artikel sebelumyaPemkab Bogor akan Selenggarakan Acara Bogor Innovation WIG 2021
Artikel berikutnyaPetani Milenial Bidang Kehutanan Mulai Budi Daya Jamur Kayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here