Beranda Jabodetabek Bupati Bogor : Miliki Komoditas Unggulan Nanggung Masuk di dalam Kategori Zona...

Bupati Bogor : Miliki Komoditas Unggulan Nanggung Masuk di dalam Kategori Zona Pengembangan Agroekowisata

119
0

NANGGUNG KAB BOGOR MediaSakti.id. Bupati Bogor, Ade Yasin mengungkapkan bahwa Kecamatan Nanggung masuk di zonasi arah pengembangan komoditas unggulan Kabupaten Bogor dan masuk juga dalam zona pengembangan agroekowisata yang didukung oleh sector pertanian tanaman pangan dan perikanan, agropolitan dan minapolitan.

Hal ini karena Kecamatan Nanggung memiliki komoditas unggulan seperti cengkeh, tanaman obat, manggis, produk logam serta lainnya. hal itu di ungkapkan Bupati Bogor, saat melaksanakan kegiatan Saba Desa di Kecamatan Nanggung, Senin 20 September 2021.

“Dalam Strategi Pembangunan Pariwisata Daerah masuk ke dalam Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD) Halimun-Salak bersama-sama dengan Tenjolaya, Leuwiliang, Leuwisadeng, Pamijahan, Sukajaya, Jasinga, bertema utama alam, budaya dan geopark serta tema pendukung edukasi,” begitulah tuturnya Bupati Bogor.

Kata Ade Yasin, bahwa wilayah Kecamatan Nanggung juga memiliki beberapa potensi wisata Desa antara lain, Geo Heritage: eks.pertambangan bawah tanah Antam, Curug Sawer, Leuwi Bongbang, Setu Nirmala, dan Curug Macan. Bio Heritage:

Taman Nasional Gunung Halimun Salak, pengamatan elang, pengamatan Oa, habitat Anggrek Raksasa, Hutan Hujan, Perkebunan Teh Nirmala, Agromedika, persawahan terasering. Cultural Heritage yakni Pendopo Bupati, Situs Pasir Jambu, Situs Kramat Mbah Kudung dan Mbah Langgar, Kampung/Desa Wisata Malasari, Kampung Malani seni pencak silat da pertanian.

Seperti kita tahu Nanggung itu memiliki pesona alam Gunung Salak yang indah, apalagi masuk ke wilayah Desa Malasari, ada pemandangan kebun teh yang cukup besar. Bahkan kalau jaraknya tidak terlalu jauh, orang akan berbondong-bondong datang kesini dan akan mengalahkan Puncak.

Cuma karena pertimbangan jauh, akan tetapi kalau kita tata kelola dengan baik, saya kira Nanggung ini jadi satu objek wisata yang cukup menarik. Beberapa potensi wisata seperti heritage tahun 2018 pernah meresmikan Geopark Pongkor di eks pertambangan, meskipun sampai hari ini belum dibuka dan berjalan sudah 3 tahun. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita buka kembali dan menjadi tempat wisata ilmu pengetahuan dan wisata alam, begitulah jelasnya.

Menurutnya, karena masih ada kegiatan penambangan, bahaya jika dipaksakan untuk dibuka saat ini, akan tetapi dengan memanfaatkan potensi wisata sekilingnya tanpa harus masuk ke dalam wilayah Pongkor, seperti Curug Sawer, Leuwi Bongbang, Setu Nirmala, Curug Macan dan lainnya.

Saya kira begitu potensi wisata Nanggung, makanya ada SAMISADE, saya kira juga ini untuk menambah perekonomian Desa dengan memuluskan jalan-jalan menuju tempat pariwisata. Soal bagaimana penataannya, mengelolanya seperti apa, saya berharap wisata yang ada disini, itu lebih kepada wisata Desa, artinya tidak merusak alam, tidak melakukan pertumbuhan bangunan tinggi, alan tetapi lebih kepada homestay yang ada disini untuk memperbaiki perekonomian.

“Homestay harus melalui beberapa persyaratan yang utama mengenai kebersihan, saya minta pihak Kecamatan Nanggung untuk memberikan edukasi kepada masyarakat/warga, untuk bagaimana mengelola rumah dan toilet yang bersih serta memberikan kenyamanan kepada para wisatawan,” begitulah tutupnya Ade Yasin.

 

Jurnalis Jon Piter/Red

 

Terima kasih telah membaca MediaSakti.id.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

 

Daftarkan email

Share

Artikel sebelumyaDANREM 061/SK Tinjau Langsung Sentra Vaksinasi Covid-19 di Wilayah Gunung Putri
Artikel berikutnyaKapolres Banjar Kunjungi Pabrik Pengolahan Karet PTPN VIII Batulawang, Tinjau Proses Produksi dan Penerapan Prokes dalam Situasi PPKM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here