Beranda Jabodetabek Untuk Mewujudkan Ekonomi Daerah, Kedua Wilayah Sepakat Membuat Solusi Jalur Puncak

Untuk Mewujudkan Ekonomi Daerah, Kedua Wilayah Sepakat Membuat Solusi Jalur Puncak

129
0

CISARUA KAB BOGOR MediaSakti.id. Bupati Bogor Ade Yasin dan Bupati Cianjur Herman Suherman sepakat, pembangunan jalur Puncak 2, adalah solusi terbaik untuk mengatasi kemacetan di jalur Puncak selama ini.

Keduanya menyatakan sepakat pada acara pertemuan kedua Daerah tersebut, berlokasi di Melrimba Garden, Jl. Raya Puncak Gadog KM 87, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Sabtu 18 September 2021.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, diantaranya sebagai berikut ;

*) Bupati Bogor Ade Yasin.

*) Bupati Cianjur Herman Suherman.

*) Ketua DPRD Cianjur I Ganjar Ramadhan.

*) DANDIM 0621/Kabupaten Bogor Letkol Inf. Sukur Hermanto.

*) DANDIM 0608/Cianjur Letkol Kav. Ricky Arinuryadi.

*) KAPOLRES Bogor AKBP Harun.

*) KAPOLRES Cianjur AKBP Doni Hermawan.

*) Ketua Pengadilan Negeri Cibinong Khamim Thohari.

*) Ketua Pengadilan Negeri Cianjur Taufan Rahmadi.

*) Kepala Sub Direktorat Lalu Lintas Transportasi Darat.

*) Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bram Hertasning.

*) Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin.

*) Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Bogor.

*) Perwakilan masyarakat Puncak Ngahiji.

*) Serta jajaran Pemerintah Daerah.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengungkapkan, pagi ini kita bersilaturahmi antara dua Daerah yakni ;
> Kabupaten Bogor.
> Kabupaten Cianjur.
Dan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pada intinya kami mendukung kebijakan Pemerintah untuk menerapkan ganjil-genap di wilayah puncak. Karena sudah 36 tahun kita melakukan sistem satu arah. Mudah-mudahan dengan ganjil-genap akan ada perubahan atau perbaikan didaerah tersebut.

Tapi ketika kami lihat realitanya, masih juga ada kemacetan dengan diberlakukannya ganjil-genap. Saya kira kita perlu solusi yang lain, dan tentunya baik buat masyarakat setempat.

Hal ini juga yang selalu kami gaungkan, yakni membuka jalur lainnya yaitu, jalur Puncak 2 melalui pembangunan jalur Poros Tengah Timur (PTT). Bupati Cianjur juga sangat mendorong, bahwa solusi kemacetan Puncak adalah membuka jalur Puncak 2, begitulah jelasnya Ade.

Ade menambahkan, walaupun ganjil-genap diberlakukan, tetap harus difikirkan solusi yang lainnya, karena kalau tetap begini, akan ada potensi yang hilang, karena potensi ekonomi di Puncak sangat bagus sekali, dari mulai Gadog sampai Cianjur itu adalah lokasi-lokasi wisata. Tentunya butuh perhatian khusus bagi kedua Daerah ini.

“Cianjur saat ini lokasinya sangat terjepit, karena kemacetan dari arah Bandung dan dari Bogor. Kondisi di Puncak, karena macet, rata-rata wisatawan hanya sampai Puncak Pass, karena terasa jauh jika ditempuh dengan kondisi macet, akhirnya mereka balik lagi, sehingga yang terdampak adalah Cianjur,” begitulah terangnya Ade.

Ade mengatakan, kami juga mendorong jalur Puncak 2 ini, yang manfaatnya bisa dirasakan oleh wilayah lainnya, jadi bukan hanya untuk kepentingan Kabupaten Bogor saja.

Tentunya hal ini dapat dilihat, yang akan berdampak manfaatnya, seperti Karawang, Bekasi, Provinsi Jabar, DKI Jakarta dan Banten, kemudian Kota Bogor juga terimbas manfaatnya.

“Sehingga tunggu apalagi, untuk skala Nasional, saya kira dengan anggaran kurang lebih 5 trilyun itu cukup kecil, dan saya nyakin pasti bisa.”

“Anggaran kurang lebih 5 triliun itu tentunya sampai tuntas keseluruhannya, terhitung dari Bogor sampai Cianjur. Untuk mengatasi masalah tanah, biar kami yang membereskan, tinggal bagaimana infrastrukturnya yang harus dibangun segera,” begitulah tandasnya Ade Yasin.

Ade menuturkan, mudah-mudahan hasil pertemuan hari ini sampai ke Pemerintah Pusat dan didengar langsung oleh Presiden.

Karena pada pertemuan hari ini juga hadir perwakilan Kementerian Perhubungan, sehingga pembangunannya bisa dipercepat, semata-mata untuk mengurai masalah Puncak.

Senada dengan Bupati Bogor Ade Yasin, Bupati Cianjur Herman Suherman mengungkapkan, pertemuan ini begitu penting demi pembangunan jalur Puncak 2, yang lebih penting lagi adalah, bagaimana Pemerintah Pusat mendengar aspirasi dari bawah ini.

Kami Kabupaten Cianjur sangat merasakan imbasnya, dulu wilayah Cipanas itu ramai wisatawan, dan sekarang ini sangat sepi sekali.

“Sekarang ini kalau mau ke Cianjur dari Jakarta, Puncak macet, dari Bandung mau ke Cianjur pun juga macet, dari Sukabumi juga macet, sehingga kami di Kabupaten Cianjur sangat terdampak dengan sepinya wisatawan.”

“Orang-orang pasti sudah sangat lelah ketika ingin ke Cianjur akibat berlama-lama di jalan karena macet, akhirnya mereka tidak sampai masuk wilayah Cianjur,” begitulah ungkapnya Herman.

Untuk Jalur Puncak 2, lanjut Herman, sekarang kami sedang berupaya untuk meningkatkan jalan eksisting yang panjangnya sampai dengan 9,7 Km dan lebar 4 sampai 5 meter.

Insyaallah di tahun ini tinggal 2 Km lagi selesai. Ini saking inginnya kami agar cepat, sekali lagi Kabupaten Cianjur mendukung sepenuhnya pembangunan jalur Puncak 2 agar segera direalisasikan, begitulah tutupnya.

Jurnalis Jon Piter/Red

Terima kasih telah membaca MediaSakti.id.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Artikel sebelumyaKapolres Banjar Salurkan Bansos Kepada Penyandang Disabilitas dan Warga yang Terdampak Covid-19 di Halaman Mapolres Banjar
Artikel berikutnyaKetua DPC PDI P Garut Bantu Warga Korban Kebakaran di Kecamatan Limbangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here