Ini Senjata Pamungkas Brasil OLAHRAGA

Jaya Suprana/Foto Net/Nusantaranews.

Caption: Jaya Suprana/Foto Net/Nusantaranews.

MEDIAPEMBAHARUAN.COM - TERHANYUT dalam arus ambisi menjuarai Piala Dunia 2018, Brasil memiliki senjata pamungkas sakti-mandraguna bernama Neymar da Silva Santos Júnior yang  dikenal dengan nama lebih singkat yaitu Neymar.

Termahal 
Pria kelahiran 5 Februari 1992 itu sudah mengasah kesaktiannya sejak masih tinggal di kawasan favela Sao Paulo. Selanjutnya Neymar membawa tim Santos menjadi juara Copa do Brasil, Copa Libertadores dan Campeonato Paulista. 

Berkat kedahsyatan tendangannya, Neymar direkrut Barcelona pada musim panas 2013. Dikelilingi pemain-pemain hebat kelas dunia di Barcelona membuat bakat Neymar makin berkembang pesat. Kemudian Neymar menjadi pemain termahal dunia setelah dibeli klub Paris Saint Germain (PSG) dengan harga 222 juta euro atau setara Rp 3,5 triliun.  

Cedera 
Namun sayang, laju karier Neymar terkendala akibat cedera parah ketika sedang terlibat dalam pertarungan PSG melawan Marseille. Setelah dilakukan operasi, Neymar diketahui menderita retak tulang maka harus istirahat sampai Mei 2018. Neymar dikuatirkan absen pada Piala Dunia 2018 namun syukur Alhamdullilah akhirnya terbukti dapat ikut berlaga di Rusia. 

Namun secara diam-diam Brasil juga mempersiapkan senjata rahasia yang kerahasiaannya mulai terbongkar pada tiga pertandingan Brasil di babak awal Piala Dunia 2018. Ternyata senjata rahasia Brasil adalah Philippe Coutinho.

Sosial 
Pada babak awal Piala Dunia 2018 , Coutinho sudah mempersembahkan dua gol untuk Brasil. Ketika melawan Serbia, Coutinho kreatif mendukung  gol pertama yang dicetak Paulinho dengan umpan bola panjang terencana dan terkendali . Maka Paulinho mengakui gol tersebut hanya berhasil dicetaknya berkat umpan Coutinho.  

Neymar dan Gabriel Jesus juga mendapat manfaat dari umpan Coutinho. Dalam hal mencetak gol, memang Coutinho bukan hanya individual egois namun juga sosial membantu rekan mencetak gol . Secara cerdas , fCoutinho memanfaatkan sorotan publik yang sepenuhnya tertuju fokus pada Neymar. 

Ketika semua mata memandang sang pemain sepak bola termahal di dunia , Coutinho dapat lebih leluasa bertriwikrama “di luar deteksi radar” bebas merdeka mengerahkan seluruh kesakti-mandragunaan dirinya.

Rendah Hati 
Beda dari Neymar yang ekstrovert, Coutinho introvert sambil rendah hati. Pada sebuah konferensi pers menjelang Piala Dunia 2018, Philippe Coutinho sempat berkata  “Saya tidak pernah suka berbicara tentang diri saya sendiri, itu bukan sesuatu yang ada di kepala saya. Apa yang saya pikirkan adalah mempersiapkan diri, berkembang dan membantu Brasil untuk menjadi juara dunia. Menjadi pemain terbaik di dunia? Saya serahkan itu kepada orang lain untuk memutuskannya.” Demikian Rmol.


Penulis mendambakan timnas Indonesia ikut berlaga di Piala Dunia 2022 di Qatar

Artikel Terkait: