RENGKUH 2 GELAR, SEKTOR GANDA KEMBALI PAMERKAN TAJINYA OLAHRAGA

 Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriani Rahayu (PP PBSI)

Caption: Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriani Rahayu (PP PBSI)

THAILAND - Dua gelar juara berhasil direbut oleh pasangan ganda putri dan ganda putra Indonesia dalam ajang Thailand Open Grand Prix Gold (GPG) 2017. Torehan ini pun seolah menjadi motivasi pelecut semangat skuat Merah Putih ke depannya.

Kemenangan pertama diamankan oleh Greysia/Apriani. Mereka mengalahkan wakil Thailand, Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong, dalam dua game langsung, 21-12 dan 21-12. Waktu yang dibutuhkan Greysia/Apriani untuk mengalahkan lawannya adalah 45 menit.

"Hari ini saya senang sekali sekaligus bangga, pertama kali juara di level GPG. Di awal game pertama kami sempat tertinggal, karena saya agak tegang, jadi mainnya tak begitu enak, lalu pertahanan pemain Thailand cukup rapat, hal itu yang cukup menyulitkan kami. Beruntung kami bisa mengatasinya dan dapat memenangkan pertandingan tadi," kata Apriani, dalam rilis resmi yang dilansir PBSI.

"Progres yang baik dari Greys/Apri, sebagai pasangan senior junior bisa saling menjaga komunikasi yang baik sehingga tidak ada rasa canggung terutama dari pihak Apri yang saya cukup khawatirkan akan menjadi beban karena berpasangan dengan Greys sebagai senior,” ujar pelatih ganda putri, Eng Hian.

“Saya salut untuk Greys yang bisa membawa juniornya untuk meraih gelar juara di level GPG, pressure pasti cukup besar untuk Greys karena di sisi Greys mendapatkan gelar GPG adalah hal biasa, tetapi Apriani sebagai pemain junior adalah hal yang sangat bagus.” 

“Di posisi ini peran Greys sangat penting untuk menjaga pikiran diri sendiri dan terutama ke Apriani yang pasti ada rasa tegang, puas dengan hasil yang dicapai dari babak ke babak yang dilalui," tambahnya.

Selanjutnya di ganda putra, Berry/Hardi juga berhasil memetik kesuksesan. Mereka tampil sebagai juara usai menghentikan wakil Jerman, Raphael Beck/Peter Kaesbauer. Berry/Hardi menang dalam waktu 38 menit dengan skor 21-16 dan 21-16.

"Dari awal game pertama kami sudah menerapkan strategi  untuk menyerang lawan, agar lawan tidak dapat berkembang. Kami berusaha untuk banyak bermain no lob, dan juga lawan banyak mati sendiri, hal itu yang menguntungkan kami," kata Hardianto.

Ini merupakan podium kedua untuk pasangan Berry/ Hardi setelah menjuarai Malaysia Open. “Senang sekali hari ini kami bisa naik podium lagi, hari ini kedua kalinya kami juara, setelah sebelumnya di Malaysia Open” kata Hardianto lagi.

Indonesia sebenarnya mengirimkan satu wakil lagi, yaitu Jonatan Christie dari tunggal putra. Sayang setelah sempat memimpin di game pertama, Jonatan akhirnya kalah dari Sai Praneeth B  dari India, dengan skor akhir 17-21, 21-18 dan 21-19. (red)

Artikel Terkait: