POLRI: ANAK PELAKU TEROR YANG SELAMAT MENOLAK DIAJAK LEDAKAN DIRI DAERAH

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengunjungi keluarga korban sekaligus pelaku teror kasus bom yang meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoardjo, Jawa Timur. Foto/Rmol.

Caption: Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengunjungi keluarga korban sekaligus pelaku teror kasus bom yang meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoardjo, Jawa Timur. Foto/Rmol.

JAWA TIMUR, Mediapembaharuan.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengunjungi keluarga korban sekaligus pelaku teror kasus bom yang meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoardjo, Jawa Timur.

Divhumas Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal menjelaskan, dari peristiwa bom yang meledak di Rusunawa itu, Anton Febrianto (ayah) (47) Puspita Sari (ibu) (47) dan satu anak tertua atas nama Halyah (17) dari terduga pelaku dinyatakan meninggal dunia.

Sementara tiga adik Halyah yang lolos dari ledakan adalah Ainur Rahmad (15), Faizah Putri Hasanah (11) yang hanya mengalami luka di bagian paha sebelah kiri dan anak keempat Hudan (11) luka pada hidung.

"Ledakan ini merupakan salah satu dari rentetan ledakan bom di Surabaya. Kamar tersebut ditinggali enam orang anggota keluarga, dua orang tua dan empat orang anak,” kata Iqbal dalam keteranganya kepada wartawan, seperti dikutip Rmol, Selasa (15/5).

Dari penurutan Ainur Rahmad kepada Kapolri, kata Iqbal, kegiatan ayahnya sehari-hari menjadi penjual jam tangan online dan seringkali mendengarkan ceramah melalui internet.

"Ayahnya seringkali mengajaknya berjihad, namun sebanyak itu juga ia menolak dengan alasan tidak sesuai pemikirannya dan bertolak belakang dengan ajaran Islam,” bebernya.

Kepada Kapolri, Ainur membenarkan bahwa bom yang meledak pada Minggu (13/5) malam itu benar milik ayahnya yang dirakit sendiri hasil belajar melalui internet dan Youtube.

Namun, tembah Iqbal, Ainur tidak paham yang dirakit oleh ayahnya itu adalah sebuah bom hingga menyebabkan terjadinya ledakan di kamar yang ditinggalinya bersama. (Red)

Artikel Terkait: