"SUROBOYO BUS" BIS RAMAH DAN ANTI-PELECEHAN SEKSUAL DAERAH

Suroboyo Bus, yang ramah untuk penyandang disabilitas. Foto/antara.

Caption: Suroboyo Bus, yang ramah untuk penyandang disabilitas. Foto/antara.

SURABAYA - Satu lagi terobosan dari kota dengan lambang hiu dan buaya. Kota Surabaya kini memiliki delapan bus baru yang diberi nama Suroboyo Bus, yang ramah untuk penyandang disabilitas.

Bukan itu saja,  Suroboyo Bus diklaim sebagai bis anti-pelecehan seksual. Bagaimana mungkin?

"Total kapasitas penumpang Suroboyo Bus adalah 67 orang. Rinciannya, 41 tempat duduk dan 26 berdiri. Tentunya, dilengkapi pegangan untuk penumpang," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, saat memamerkan Suroboyo Bus di halaman Taman Surya, Surabaya, Jumat.

Menurut dia, Suroboyo Bus didesain lantai rendah. Maksudnya, orang bisa langsung melangkahkan kaki begitu saja ke dalam bis karena lantai bis itu sejajar dengan ketinggian jalan pedestrian. 

Ilustrasinya, mirip dengan bis Neoplan yang beroperasi di bandara-bandara besar. Ketinggian lantainya sangat rendah dan nyaman dilangkahi semua orang, termasuk anak-anak dan orang usia tua.

Selain nyaman, lanjut dia, bus ini juga sangat ramah bagi penyandang disabilitas. Ada tombol khusus dekat pintu masuk yang jika dipencet, asisten pengemudi bus akan membantu penyandang disabilitas masuk ke bus. Pada bagian bawah pintu masuk, terdapat tuas yang jika ditarik dapat dilewati kursi roda.

Tak hanya itu, warna merah pada bagian luar bus sangat memanjakan mata. Dengan desain menarik plus logo kampanye digital Bangga Surabaya, bus ini terlihat berbeda dibanding bus-bus lainnya. 

Pada bagian dalam, warna bangku penumpang terdapat dua warna berbeda. Pada bagian depan, bangku berwarna merah muda artinya area tersebut dikhususkan bagi kaum hawa. 

Sedangkan pada bagian belakang bus, warna bangku oranye, diperuntukkan bagi laki-laki. Pemisahan area itu untuk meminimalisasi tindak pelecehan seksual di dalam bus.

Terkait teknologi, lanjut dia, Suroboyo Bus terbilang canggih. Bus ini dilengkapi sembilan kamera pengintai di setiap sudut pada bagian dalam bus, dan tiga kamera pada bagian luar. 

Keberadaan kamera-kamera ini untuk memberikan rasa aman bagi para penumpang. Di samping itu, pintu bus juga dilengkapi sensor, sehingga bila ada penumpang yang menghalangi, pintu tidak akan tertutup. Selama pintu belum tertutup, bus tidak dapat berjalan.

Untuk keadaan darurat, bus berukuran lebar 2,4 meter dan panjang 12 meter tersebut sudah dilengkapi dengan sistem tombol panik. Bila ada kondisi kebakaran atau kecelakaan, pengemudi bus dapat menekan tombol itu, maka alarm akan berbunyi dan pintu bus akan terbuka otomatis.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, cukup puas dengan unit baru Suroboyo Bus. Sesekali dia memberikan masukan untuk penyempurnaan operasionalisasi bus. 

"Kalau bikin halte, harus sepanjang bus ini. Agar penumpang yang masuk dari pintu depan dan belakang semuanya terakomodir," kata dia.

Bersama rombongan petinggi pemerintahan Surabaya, mereka telah mencoba Suroboyo Bus dari Taman Surya menuju Jembatan Suroboyo di kawasan Kenjeran.

Menurut Risma, Suroboyo Bus yang penamaannya mengikuti kaidah berbahasa Inggris, diproyeksikan menjadi angkutan pendukung angkutan massal cepat trem dan LRT. Sementara pengoperasiannya direncanakan mulai awal 2018. 

Ke depan, lanjut dia, Suroboyo Bus diharapkan mampu mengurangi beban volume kendaraan di jalan, apalagi bus ini bisa dibilang anti-macet karena telah terintegrasi dengan sistem pengaturan lampu pengatur lalu-lintas, yang otomatis akan berubah menjadi hijau jika bus ini melintas. 

Sedangkan terkait kepastian rute akan disosialisasikan lebih lanjut oleh Dinas Perhubungan Surabaya. ant

Artikel Terkait: