BIKIN GERAM! PENGUNJUNG CEKOKI MIRAS KE SATWA TAMAN SAFARI DAERAH

Seorang pria sedang memberikan minuman yang diduga minuman keras (miras) ke beberapa satwa di Taman Safari. Foto dari berbagai sumber.

Caption: Seorang pria sedang memberikan minuman yang diduga minuman keras (miras) ke beberapa satwa di Taman Safari. Foto dari berbagai sumber.

BOGOR - Sebuah video yang mempertontonkan kejahilan sejumlah pengunjung saat berada di Taman Safari Indonesia, Puncak, Bogor, Jawa Barat, viral dan membuat geram netizen pengguna media sosial Instagram.

Dalam video berdurasi 60 detik itu terlihat seorang pria sedang memberikan minuman yang diduga minuman keras (miras) ke beberapa satwa di sana.

Sementara dua rekannya sibuk merekam menggunakan telepon genggam sambil tertawa.

Saat mencekoki minuman tersebut, mereka berada di dalam sebuah mobil. Terlihat satwa seperti kuda nil, rusa, dan kuda zebra menjadi korban kejahilan mereka.

Video tersebut diunggah oleh pemilik akun Instagram @doniherdaru, 16 jam yang lalu. Dalam postingannya itu, ia menuliskan "ini story dari @alyccaaa dan @philipbiondi yang terlihat 5 jam lalu. Sepertinya mereka ke Taman Safari, dan melakukan hal yang sangat tidak pantas".

Pada video pertama, mereka seolah hendak memberikan wortel ke rusa, tetapi malah memasukkan minuman (yang diduga miras) seperti yang terlihat dari merek botolnya. Pada video kedua, mereka menyemprotkan miras tersebut ke mulut kuda nil.

"Dua perilaku ini sangat mungkin dijadikan pembelajaran keras buat mereka. Mereka bersenang-senang dengan melakukan hal yang sangat tidak patut dan dapat diancam pidana," tulis dia lagi.

Yulius Suprihardo dari bagian Humas Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor mengatakan sudah mengetahui soal video tersebut dan membenarkan, dari video yang ada, tempat rekaman terjadi di Taman Safari.

"Betul, itu kejadiannya di Taman Safari kemarin (14 November) sore," kata Yulius saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (15/11/2017), seperti dikutip tribunnews.

Sejauh ini, lanjut Yulius, pihak Taman Safari Indonesia masih menunggu hasil dari tim kesehatan hewan untuk mengetahui kondisi hewan-hewan yang telah diberi minuman yang diduga mengandung alkohol.

"Kami tidak menduga akan terjadi seperti ini. Sejak 30 tahun Taman Safari ini berdiri, kami sudah memasang rambu-rambu maupun larangan bagi pengunjung seperti tidak turun dari kendaraan, tidak menganggu satwa. Itu sudah terpampang di brosur ataupun di lokasi," tuturnya.(Red)

Artikel Terkait: