INI KRONOLOGI KEBAKARAN PABRIK PETASAN DAERAH

Pemadam sedang memadamkan api di pabrik petasan, Tangerang. Foto/tribunnews.

Caption: Pemadam sedang memadamkan api di pabrik petasan, Tangerang. Foto/tribunnews.

JAKARTA - Kebakaran pabrik petasan di kawasan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (26/10/2017) kemarin masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian hingga saat ini.

Terlepas dari hal tersebut, Beben (59) selaku Kepala Desa Batu Layang, Cililin, Bandung Barat, Bandung menceritakan bahwa anak angkatnya, Darwin Pratama (20) mengetahui awal kejadian.

Darwin yang merupakan karyawan pabrik petasan yang selamat dalam kejadian itu katanya segera menelepon dirinya sesaat ledakan hebat terjadi.

Pabrik yang memproduksi ribuan jenis dan ukuran petasan itu diceritakan Darwin terbakar hebat, di mana di dalamnya terdapat Gunawan (17) putra dari Ano (57) tetangganya.

Terdengar panik kala itu, Darwin katanya berusaha memadamkan api bersama sejumlah petugas keamanan pabrik dengan cara menyiramkan air lewat selang air.

Tetapi api diungkapkan sang anak sangat cepat merambah, bermula dari bagian luar menuju gudang hingga area produksi petasan yang berada di area belakang komplek pabrik.

"Kejadiannya itu waktu anak saya keluar pabrik mau beli kopi, tiba-tiba meledak. Pas dilihat sudah nyambar ke pabrik apinya," ungkapnya ketika mendampingi Ano mendatangi posko Ante Mortem Rumah Sakit Polri Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur, seperti dikutip tribunnews, Jumat (27/10) pagi.

Ketika ditanyakan mengapa kebakaran terjadi, Darwin katanya mengingat jika pabrik petasan itu tengah melakukan perluasan area produksi.

Besar dugaan, kebakaran bermula dari percikan api pekerjaan pengelasan yang sedang dilakukan sejumlah pekerja, percikan tersebut mengenai bubuk mercon dan merambat ke gudang petasan.

"Jadi pabrik itu sedang ada pembangunan untuk perluasan lahan pabrik, waktu itu katanya ada salah satu tukang yang sedang mengelas dan percikan api kena bubuk mercon yang memang bahan petasan itu," ungkapnya.

Akan tetapi dirinya tidak mau berburuk sangka, sebab dugaan penyebab kebakaran itu berasal dari kesaksian sang anak, bukan hasil penyelidikan pihak Kepolisian. (red)

Artikel Terkait: