BEGINI KEADAAN ECHA, SETELAH BANGUN DARI TIDUR PANJANG SELAMA 14 HARI DAERAH

Echa, gadis yang tidur panjang selama 14 hari 14 malam, di Banjarmasin. Foto/tribunnews.

Caption: Echa, gadis yang tidur panjang selama 14 hari 14 malam, di Banjarmasin. Foto/tribunnews.

BANJARMASIN - Rekomendasi waktu ideal istirahat bagi orang dewasa hanya berkisar 7 hingga 9 jam per hari, atau 9 sampai 11 jam untuk remaja berusia 6 hingga 13 tahun.

Itupun tidak mutlak dapat terpenuhi mengingat aktivitas sehari-hari yang terkadang melenakan. Namun kejadian yang menimpa gadis ini bisa dibilang tak biasa. 

Nama Echa si anak yang tidur selama sepekan lebih menjadi perbincangan banyak orang. Gadis ini bernama lengkap Siti Raisa Miranda.

Berita tentang Echa ini cukup viral sebab ayahnya menceritakan perilaku anaknya yang aneh ini ke media sosial.

Echa mendadak populer di medsos karena sang ayah, Mulyadi pemilik akun Facebook Moel Ya Lo Ve mengunggah foto anaknya yang sudah tertidur lebih 10 hari namun tak bangun-bangun.

Echa diduga menderita Sindrom Kleine-Levin. Namun pada akhirnya Echa terbangun dari tidur panjangnya.

Bangunnya Echa dari tidur panjang itu disebarluaskan oleh akun Facebook Yuni Rusmini, seperti dikutip tribunnews, pada Senin (23/10/2017). Namun sayangnya saat bangun kondisi Echa malah membuat orang tuanya resah.

Mereka juga takut bila Echa malah kesurupan. Pasalnya setelah bangun dan membuka mata, kondisi Echa tak begitu banyak merespon.

Begini cerita selengkapnya dari Echa yang disebarluaskan oleh Yuni Rusmini:

"Msh ingat postingan sy ttg echa yg tidur 10 Hari
Skrg sdh bangun di Hari ke 13 , namun begini kondisi Dan ceritanya.....
Echa telah ditur lebih dari sepekan

Echa Si Anak Tidur 13 Hari, Hari ini Sudah Buka Mata, Begini Kondisinya.

13 hari Siti Raisa Miranda atau kerab disapa Echa tidur, baru pada Sabtu (21/10/2017) sekitar pukul 09.00 Wita dia terbangun.

Namun, setelah bangun beberapa saat, anak usia 13 tahun ini kembali melanjutkan tidurnya.

Sabtu (21/10/2017), Echa akhirnya benar-benar terbangun. Namun, kondisinya masih setengah sadar, dia juga tidak dapat berkomunikasi. Sempat diurut oleh sang paman, Echa kemudian tidur lagi.

Baru pada Minggu (22/10/2017) Echa benar-benar terbangun dan membuka mata.

Cerita sang ayah, Mulyadi, pagi Minggu pagi, Perempuan bernama lengkap Siti Raisa Miranda itu buang air kecil di kasur.
Echa lalu langsung dimandikan mamanya.

Meski sempat dipapah saat dimandikan, karena kondisi Echa belum sadar total, namun akhirnya perempuan berusia 14 tahun itu mau membuka matanya.

Echa bangun dan membuka mata. Ia mulai bangun namun masih dalam kondisi bingung, seolah belum berada di dunia nyata.

Bahkan dari cerita Mulyadi, setelah dimandikan, Echa diarahkan mamanya untuk mengambil baju sendiri. Namun yang terjadi malah Echa hanya berdiri di depan lemari hingga lebih setengah jam.

Ditemui dikediamannya Jalan Pangeran, Rt 4, Kuin, Echa hanya bisa terbaring dikasurnya setelah tertidur selama 13 hari.
Matanya terbangun namun pandangan perempuan itu kosong.

Bahkan ketika sang ayah mendekatkan jari ke mata Echa secara mendadak, Echa tak merespon dan tak ada kedipan sedikitpun. Bahkan bola matanya tidak berpindah pada pandangan awalnya.

“Sebenarnya saya lebih nyaman melihat dia tidur dibanding kondisinya yang seperti ini, khawatir dia kesurupan, karena pikiran kosong rentan hal seperti itu,” ucap Mulyadi.

Demi anak cepat tersadarkan total dan ceria lagi, Mulyadi terus memberikan rangsangan kepada Echa. Ia bahkan meminta Echa untuk berhitung.

Echa pun sempat merespon hal tersebut sejenak sebelum kembali pada kondisinya yang seolah tak tahu ada orang disekitarnya.

Meski telah bangun dari tidur panjangnya dan matanya terbuka, Echa tak bisa diajak bicara. Bahkan posisi setiap bagian badannya tak berubah terkecuali diubah oleh pihak keluarga.

Semisal apabila tangan Echa berada diatas perut, maka tetap disana, Echa tak memindahkan dan tak ada gerakan apapun meski badanya disentuh.

Nafas Echa memang terdengar, ia bahkan nampak sehat meski bisa dikatakan terlihat kurus. Namun aktifitas fisiknya hanya berbaring tanpa ada gerakan. Hanya bagian dada yang naik turun ketika ia bernapas.

Sebelumnya, Echa sempat tertidur hingga 13 hari. Ia adalah anak perempuan dari Mulyadi dan Lili yang mengalami kondisi dugaan Sindrome Putri Tidur (kleine levin)"

Ayah Echa, Mulyadi juga telah mengabarkan kalau kondisi putrinya telah membaik. Di hari ke-14 kemarin Echa dikunjungi oleh beberapa ibu gurunya.

Melalui akun Facebook Moel Ya Lo Ve, ayah Echa bercerita:

"Terima kasih Bu Hermi, Bu Hamdanah, Bu Muslihah, Bu Dian, dan Bu Syahrida, atas kunjungan dan sportnya di hari ke 14 echa tidur kemarin sore.

Pagi ini dihari ke 15 echa sudah bangun dan bisa mandi sendiri. Alhamdulillah setelah menjalani tidur panjang selama 14 hari, 14 malam di hari ke 15 ini echa terlihat sudah membaik.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap kawan-kawan di FB yg telah membantu medoakan, memberikan saran, bahkan banyak yg coba mengobati secara langsung atau jarak jauh. Berkat kalian semua echa terbantukan.

Tak lupa kepada pihak Puskesmas S. Parman Banjarmasin yg begitu antusias menangani echa, dan juga Sekolahnya SMP Negeri 15 Banjarmasin atas ijinnya lebih dari 2 minggu...." (Red)

Artikel Terkait: