JOKOWI GLONTORKAN 7,2 M UNTUK PENGUNGSI GUNUNG AGUNG DAERAH

Presiden Joko Widodo. Foto diambil dari berbagai sumber.

Caption: Presiden Joko Widodo. Foto diambil dari berbagai sumber.

KLUNGKUNG - Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan logistik senilai Rp7,2 miliar kepada para pengungsi darurat Gunung Agung yang disalurkan ke kantong-kantong pengungsian. 

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat di Kabupaten Klungkung, Bali, Selasa, menjelaskan bantuan logistik itu berupa matras sebanyak 18.230 lembar, masker 520.000 lembar, beras 12 ton, ember 2.000 buah, gayung 2.000 buah dan perlengkapan bayi sebanyak 1.100 paket.

"Besarnya bantuan ini merupakan upaya Pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap para pengungsi terkait erupsi Gunung Agung," katanya. 

Kementerian Sosial, lanjut dia, juga sudah menyalurkan berbagai bantuan logistik untuk pengungsi Gunung Agung senilai Rp4,8 miliar bantuan berupa bahan makanan tenda dan perlengkapan pengungsian. 

Hingga 25 September, Harry menambahkan Dinas Sosial Kabupaten Karangasem telah mengeluarkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 62 ton untuk kebutuhan pengungsi di Kabupaten Karangasem. 

Sedangkan Dinas Sosial Provinsi Bali meyiagakan dan mendistribusikan beras reguler sebanyak 50 ton untuk distribusi di Kabupateb Bangli, Buleleng dan Klungkung masing-masing 10 ton. 

Kemensos telah mengerahkan sumber daya manusia baik dari Kementerian Sosial, Dinas Sosial Provinsi, Dinas Sosial Kabupaten, Taruna Siaga Bencana dan pilar sosial lainnya di Bali dan provinsi yang berdekatan yaitu NTB dan Jawa Timur sebanyak total 619 orang.

Data pengungsi yang tercatat oleh Pusdalops BPBD Bali pada Selasa (26/9) hingga pukul 12.00 Wita mencapai 75.673 jiwa yang tersebar di 377 titik pengungsian di sembilan kabupaten/kota di Bali. 

Diperkirakan data jumlah pengungsi masih bertambah karena pendataan masih terus dilakukan.

Berdasarkan sebaran pengungsi di kabupaten/kota yakni di Kabupaten Badung sembilan titik (756 jiwa), Kabupaten Bangli 29 titik (4.890 jiwa), Kabupaten Buleleng 24 titik (8.518 jiwa) dan Kota Denpasar 27 titik (2.539 jiwa).

Selain itu di Kabupaten Gianyar 12 titik (540 jiwa), Jembrana 4 titik (82 jiwa), Kabupaten Karangasem 93 titik (37.812 jiwa), Kabupaten Klungkung 162 titik (19.456 jiwa), dan Kabupaten Tabanan 17 titik (1.080 jiwa). ant

Artikel Terkait: