PEDULI ROHINGYA: BANDUNG GALANG DANA DAERAH

Sekelompok pengungsi Rohingya berjalan di jalan berlumpur setelah melewati perbatasan Bangladesh-Myanmar di Teknaf. Foto/kompas.

Caption: Sekelompok pengungsi Rohingya berjalan di jalan berlumpur setelah melewati perbatasan Bangladesh-Myanmar di Teknaf. Foto/kompas.

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung akan menggalang dana melalui pejabat di daerah untuk membantu krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar, sebagai bentuk kekhawatiran dan kepedulian yang terjadi di negara tersebut.

"Sudah diimbau kepada seluruh masyarakat Bandung lewat lurah dan camat untuk mengumpulkan bantuan keuangan untuk pengungsi Rohingya," ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Bandung, Senin.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengaku prihatin atas krisis yang terjadi di Myanmar. Ia meminta agar kekerasan terhadap etnis Rohingya segera dihentikan.

Menurutnya, sebagai ibukota Asia-Afrika, Kota Bandung memiliki kewajiban untuk mencarikan solusi maupun bantuan terhadap permasalahan di Asia dan Afrika. Maka salah satu upaya yang bisa dilakukannya dengan melakukan penggalangan dana.

"Kita meyakini bahwa membunuh satu manusia sama dengan membunuh seluruh kemanusiaan. Kebencian hanya akan menghadirkan kebencian lebih banyak. Kemudian kekerasan hanya akan mengundang kekerasan balasan lainnya," kata dia.

Menurut Emil, penggalangan dana akan dilakukan dalam waktu tujuh hari. Usai dana terkumpul, seluruhnya akan diberikan kepada tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang selalu siap menyalurkan bantuan ke daerah konflik.

Di sisi lain, ia juga mendesak pemerintah Myanmar untuk berperan aktif dalam menyelesaikan masalah ini. Sehingga, seluruh masyarakat di Myanmar baik etnis Rohingya maupun lainnya dapat hidup tanpa dilingkupi ketakutan. 

"Nah mudah-mudahan tragedi kemanusiaan ini selesai dan kita di dunia ini bisa kembali harmonis, bisa kembali damai dan fokus membangun peradaban manusia dengan saling menghormati," kata dia. ant

Artikel Terkait: