MCA-INDONESIA DUKUNG MODERNISASI PENGADAAN LEBIH TRANSPARAN DAN AKUNTABEL DAERAH

Kepala (LKPP) Agus Prabowo dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr. Foto/MCA-Indonesia.go.id.

Caption: Kepala (LKPP) Agus Prabowo dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr. Foto/MCA-Indonesia.go.id.

(Yogyakarta) 25 Juli 2017 – Program Compact yang dilaksanakan Millennium Challenge Account – Indonesia (MCA-Indonesia) dan didanai Pemerintah Amerika Serikat adalah inisiatif pembangunan inovatiif yang diimplementasikan oleh dan untuk masyarakat Indonesia. 

Bekerjasama dengan Lembaga Kebijakan PengadaanBarang/JasaPemerintah (LKPP), MCA-Indonesia hari ini meluncurkan Sistem Informasi Manajemen  Pengadaan (PMIS).

Sistem ini mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih sejahtera, dengan memungkinkan proses pengadaan pemerintah menjadi lebih transparan dan akuntabel, sehingga memperkecil risiko penipuan dan korupsi. 

Proyek ini membantu LKPP untuk mengintegrasikan, mengolah, dan menganalisis berbagai data yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan penetapan kebijakan secara lebih baik. 

Salah satuproduk PMIS, Monitoring & Evaluation New Generation atauMonev NG, diluncurkan hari ini oleh LKPP dalam acara Pra-Rakernas Lembaga Pengadaan Secara Elektronik di Hotel Tentrem, Yogyakarta.

“Ini kontribusi MCA-Indonesia untuk tulang punggung sistem informasi pengadaan yang modern. Sistem ini akan mengumpulkan berbagai data dari berbagai sumber dan kemudian menganalisisnya sehingga dapat digunakan untuk mengambil berbagai keputusan penting. Sistem ini dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan sektor pengadaan di Indonesia,” ujar Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr.

Salah satu tujuan PMIS ialah penggabungan data dari sejumlahsisteminformasidan basis data yang telah dimiliki LKPP, seperti Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), KatalogElektronik, dan Daftar Hitam Penyedia atau black list, dalam sebuah Gudang Data atau Data Warehouse. 

Kumpulan data tersebutkemudiandianalisisolehpirantilunakdandisajikandalamsebuahdashboard yang disebutMonev NG.

Sebagai upaya pemerintah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengadaan dan keuangan pemerintah, LKPP dan Kementerian Keuangan hari ini juga menanda tangani nota kesepahaman tentang integrasi data. 

Data dari Kementerian Keuangan yang akan memperkaya sistem informasi manajemen pengadaan tersebut ialah Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara. 

MCA-Indonesia, bekerja sama dengan LKPP,akan memberikan asistensi agar sistem informasi manajemen pengadaan dapat memfasilitasi pertukaran data tersebut.

Peningkatan kualitas sistem informasi manajemen pengadaan adalah bagian dari Proyek Modernisasi Pengadaan senilai Rp 975 miliar ini, yang bertujuan mendukung upaya pemerintah Indonesia mereformasi sistem pengadaan agar lebih akuntabel, transparan, danefektif. 

Sebagai bagian dari upaya mencapai tujuan Compact Indonesia, proyek ini bertujuan mengentaskan kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi. Demikian disampaikan pada Siaran Pers MCA-Indonesia. (red)

Artikel Terkait: