EMPAT PELAJAR PELAKU BEGAL PALEMBANG DITANGKAP DAERAH

 Empat dari sepuluh pelajar pelaku begal di Palembang. Foto/tribunnews.

Caption: Empat dari sepuluh pelajar pelaku begal di Palembang. Foto/tribunnews.

PALEMBANG - Diduga menjadi pelaku begal, empat dari 10 pelajar asal Palembang ditangkap Polisi. Keempatnya ditangkap tanpa perlawanan sementara 6 pelaku lainnya dinyatakan buron.

Saat gelar perkara di Mapolsek Sukarami Palembang, ML (15) membantah jika dirinya terlibat aksi yang menyebabkan korbannya mengalami luka dan kehilangan kendaraan pada Jumat (14/7) sekitar Pukul 23.30 WIB di Jalan H.Burlian Palembang.

"Sebenarnya kami tidak ada niat untuk melakukan itu (begal), saya juga tidak tahu kalau ada motor yang hilang usai aksi pelemparan," ujar ML salah seorang pelaku yang diamankan Polisi saat gelar perkara, Seperti dikutip detik, Selasa (18/7/2017).

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sukarami Iptu Marwan mengatakan, dari hasil penyidikan diketahui jika korban usai dilempar mengalami luka dan kehilangan sepeda motor yang digunakan. Selanjutnya keempat pelaku diamankan karena diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

"Iya sejauh ini akan dikenakan pasal pencurian dengan kekerasan. Modusnya jelas, pelaku yang diketahui berjumlah 10 orang ini melempari pengendara motor yang lewat di jalan raya dan saat korban terjatuh, lalu motornya diambil," ujar Marwan.

Dari hasil penangkapan, Polisi turut mengamankan barang bukti bongkahan batu yang digunakan para pelaku untuk melukai korbannya. Serta melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang saat ini telah dikantongi identitasnya.

"Identitas sudah kita kantongi dan sedang dalam pengejaran. Kita sebenarnya sangat menyayangkan kejadian ini dimana seorang pelajar melakukan tindak pidana, selain merugikan diri sendiri tentu akan merugikan orang lain juga. Namun demikian proses hukum akan terus jalan," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pelaku yang diamankan ini rata-rata duduk di kelas I dan II Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Palembang. Serta akan melakukan koordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Sumsel, mengingat usia pelaku yang masih di bawah umur. (Red)

Artikel Terkait: