Saudi Melarang Warga Muslim Israel Lakukan Ibadah Haji INTERNASIONAL

 Ilustrasi/Net

Caption: Ilustrasi/Net

MEDIAPEMBAHARUAN.COM, Tel Aviv- Arab Saudi telah mengubah peraturan paspornya, dan sekarang akan memblokir warga Muslim Israel untuk melakukan ziarah ke Mekkah, media Israel Haaretz melaporkan. Muslim di Israel dapat dicegah untuk melakukan haji dan umrah karena Riyadh tidak lagi mengakui paspor Yordania sementara.

Dilansir Suara Palestina, Sebelumnya, Muslim berkewarganegaraan Israel pemegang paspor dapat menggunakan dokumen Yordania untuk memasuki Kerajaan Arab Saudi, yang merupakan rumah bagi dua kota suci, Mekah dan Madinah. Meskipun tidak ada hubungan diplomatik antara Riyadh dan Tel Aviv, Muslim Palestina Arab dengan kewarganegaraan Israel dapat melakukan ziarah, pergi ke Yordania untuk mendapatkan paspor sementara dan kemudian memasuki Arab Saudi.

Peraturan baru akan mempengaruhi tidak hanya lebih dari satu juta warga Palestina Muslim Israel, yang merupakan 17% dari populasi, tetapi juga Palestina dari Yerusalem Timur, Tepi Barat dan Jalur Gaza yang bepergian menggunakan paspor Yordania sementara.

Haaretz mengutip komite haji dan umrah Israel, yang mengatakan bahwa para pemimpinnya tidak akan dapat melakukan perjalanan ke Mekkah pada bulan Desember seperti yang direncanakan. Komite itu dilaporkan telah meminta kepala Komite Pemantau Tinggi Arab di Israel, Mohammed Barakeh untuk membahas masalah tersebut dengan para pejabat Yordania dan berusaha menekan Riyadh.

Meskipun Israel dan Arab Saudi tidak mempertahankan hubungan diplomatik formal, diyakini bahwa ada sedikit kedekatan antara kedua negara karena ancaman yang dirasakan atas meluasnya pengaruh Iran di wilayah tersebut.

Meskipun Riyadh menolak tuduhan tentang memperkuat hubungannya dengan Tel Aviv, Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman mengakui hak Israel pada ada awal tahun ini. Dalam perkembangan terpisah, surat kabar Israel Maariv melaporkan pada bulan Juni bahwa Raja Saudi Salman dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengadakan pembicaraan rahasia di ibukota Yordania, Amman.

Pada bulan November 2017, Netanyahu mengakui bahwa meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Riyadh, Tel Aviv telah mengembangkan "kontak" dengan Arab Saudi, yang katanya, "telah disimpan sebagai rahasia umum."

Ada juga beberapa laporan seputar dugaan kerja sama militer antara kedua negara. Arab Saudi dan Israel mengadakan pertemuan rahasia "di Washington dan London," yang menghasilkan kesepakatan senilai $ 250 juta, termasuk transfer teknologi spionase Israel ke Kerajaan, seperti dilansir media Israel pada hari Minggu, mengutip laporan eksklusif oleh Uni Emirat Arab di berita situs web Al-Khaleej.

Pada bulan September, media tersebut juga melaporkan bahwa Arab Saudi telah membeli sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel untuk menangkis serangan rudal Houthi. (Red)

Artikel Terkait: