Bendera Palestina Berkibar di Tel Aviv, Israel Meradang INTERNASIONAL

Bendera Palestina yang terlihat berkibar dalam demonstrasi menentang undang-udang kenegaraan Yahudi di Tel Aviv. Foto: Suara Palestina.

Caption: Bendera Palestina yang terlihat berkibar dalam demonstrasi menentang undang-udang kenegaraan Yahudi di Tel Aviv. Foto: Suara Palestina.

MEDIAPEMBAHARUAN.COM, TEL AVIV -  Sejumlah pejabat politik Israel berang setelah bendera Palestina yang terlihat berkibar dalam demonstrasi menentang undang-udang kenegaraan Yahudi di Tel Aviv.

Dilansir dari Suara Palestina, Sabtu (11/08/2018) melaporkan bahwa puluhan ribu warga Palestina yang berasal dari garis hijau (sebutan untuk wilayah yang diduduki Israel tahun 1948) melakukan demonstrasi di jantung Tel Aviv melawan undang-undang negara bangsa Yahudi yang telah diresmikan Knesset.

Melihat bendera Palestina yang berkibar di Tel Aviv, PM Israel Benyamin Netanyahu mengatakan: “Tidak ada bukti yang lebih jelas  dari ini. Bendera Palestina di Tel Aviv menekankan perlunya hukum kebangsaan Yahudi. “

“Kami akan terus mengangkat bedera Israel dan menyanyikan lagu kebangsaan, ‘’ ujarnya.

Sementara itu, Ketua Parlemen Israel, Knesset, Yuli-Yoel Edelstein mengatakan: “Sekali lagi terbukti bahwa perjuangan yang dilakukan oleh anggota Knesset dari kubu Arab, tidak melawan hukum nasional, tetapi melawan eksistensi Israel. Saya menyesal mereka menghasut warga Arab Israel untuk melakukan demonstrasi menentang pemerintah.’’

4 Agustus lalu, ribuan warga Yahudi anti-pemerintah dan Druze juga menggelar demonstrasi menentang hukum negara Yahudi di Tel Aviv.

Undang-undang kenegaraan Yahudi yang disahkan Knesset bulan lalu menjadi salah satu dasar penting hukum  Israel.

UU tersebut menyatakan bahwa Israel adalah ‘’negara bangsa Yahudi” tanpa memandang persamaan atau demokrasi.

Berdasarkan hukum tersebut Yahudi adalah warga kelas satu yang lebih diprioritaskan. Mereka mengklaim bahwa tanah Palestina, dalam sejarahnya adalah milik bangsa Yahudi dan mereka berhak menentukan nasib mereka sendiri di negaranya. (Red)

Artikel Terkait: