RAJA SALMAN KE RUSIA, TERKAIT PERUBAHAN ARUS SURIAH INTERNASIONAL

 Raja Salman. Foto/merdeka.

Caption: Raja Salman. Foto/merdeka.

ARAB SAUDI - Raja Salman dari Arab Saudi dijadwalkan akan mengunjungi Rusia pada hari Kamis mendatang. Belum jelas soal agenda apa yang dibawa dalam kunjungan tersebut.

"Kami sedang menunggu kunjungan raja pada hari Kamis," kata pembantu senior Kremlin Yury Ushakov seperti dikutip oleh Rmol, dan dimuat ulang Press TV. 

Kunjungan ini mempertegas dugaan bahwa Riyadh akan menghadapi perubahan arus di Suriah. Riyadh telah mendukung militan yang berjuang untuk menggulingkan pemerintah pusat di Damaskus namun upaya tersebut telah mendapat pukulan keras dari serangkaian kemenangan yang menentukan yang telah dicapai oleh tentara Suriah dengan bantuan Rusia, Iran dan Hizbullah.

Turki, sekutu Saudi dalam kampanye melawan pemerintah Suriah, telah beralih ke Rusia, membantu mendirikan sejumlah zona de-eskalasi di Suriah dalam koordinasi dengan Moskow dan Teheran.

Selama bertahun-tahun, Riyadh dan kelompok militan yang didukungnya telah mendorong sebuah situasi yang tidak mempertimbangkan peran Presiden Bashar al-Assad di masa depan Suriah.

Tanda kedekatan Saudi dan Moskow sebelumnya terlihat pada September kemarin saat Arab Saudi menjadi tuan rumah Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov untuk kunjungan resmi pertama selama bertahun-tahun.

Bukan hanya itu, kunjungan Raja Salman ke Rusia juga dilakukan satu bulan sebelum produsen minyak OPEC dijadwalkan bertemu dengan negara-negara lain di luar kelompok untuk membahas perpanjangan pakta pemotongan output minyak mentah, yang telah membantu menopang harga.

Rusia dan Arab Saudi merupakan kunci kesepakatan pada 2017 untuk memangkas produksi sekitar 1,8 juta barel per hari selama enam bulan dan kemudian memperpanjangnya hingga Maret 2018. (Red)

Artikel Terkait: