PALESTINA GABUNG KE INTERPOL, TUNJUKAN EKSISTENSINYA INTERNASIONAL

 Ilustrasi - Kadiv Humas.

Caption: Ilustrasi - Kadiv Humas.

JAKARTA - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Rofi Munawar menyambut baik bergabungnya Palestina sebagai anggota organisasi kepolisian internasional atau Interpol.

"Bergabungnya Palestina dengan organisasi Interpol secara faktual semakin menegaskan eksistensi negara tersebut dalam kancah kepolisian internasional sebagai sebuah negara yang memiliki sistem yuridiksi cukup baik. Tentu saja ini menjadi langkah positif dan monumental bagi interpol sendiri," jelas Rofi kepada redaksi, seperti dikutip Rmol, Minggu (1/10).

Menurutnya, bergabungnya Palestina dengan Interpol sejak lama ditentang keras Israel dengan beragam alasan yang tidak berdasar. Israel secara konsisten menentang setiap upaya Palestina untuk bergabung dengan organisasi internasional.

Negara zionis itu bahkan melakukan lobi-lobi keras untuk melawan upaya Palestina. Tercatat tahun lalu, Israel mengklaim kemenangan saat upaya Palestina untuk bergabung Interpol ditangguhkan.

Rofi memaparkan, bergabung dengan Interpol menjadi bagian dari upaya Palestina untuk diakui komunitas internasional sebagai sebuah negara. Tahun 2012, Palestina mendapatkan status negara pemantau dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sejak saat itu Palestina telah bergabung dengan lebih dari 50 organisasi internasional dan terlibat dalam berbagai kesepakatan.

"Bagi Indonesia apa yang dilakukan oleh negara Palestina dengan terus gigih berikhtiar menjadi bagian dari interpol, sangat sejalan dengan nilai-nilai nasional kita untuk dapat berperan serta positif dalam perdamaian dunia," jelasnya

Sebagaimana dikutip webiste resmi parliament-quds.com, pada Rabu (27/9) dikabarkan bergabungnya Palestina dengan Interpol diputuskan dalam voting yang digelar Sidang Majelis Umum di markas Interpol di Beijing.

Dihasilkan dari proses pemungutan suara dengan 75 negara setuju, 24 menolak, dan 34 negara bersikap abstain. Selain Palestina, Kepulauan Solomon di Oseania juga diterima menjadi anggota Interpol. Kini keanggotaan Interpol selepas bergabungnya dua negara tersebut total menjadi 192. (Red)

Artikel Terkait: