MARAK PECAHKAN KACA MOBIL, INI TRIK MENGHINDARINYA NASIONAL

Ilustrasi - Pecahkan kaca mobil. Foto/Warta Kepri.

Caption: Ilustrasi - Pecahkan kaca mobil. Foto/Warta Kepri.

JAKARTA - Kejahatan dengan modus memecahkan kaca mobil dan mencuri barang berharga yang ada di dalamnya tak bisa dibilang sedikit jumlahnya. Kasus-kasus seperti itu kerap menghiasi jendela pemberitaan dalam negeri.

Sempat beredar viral video pelaku kejahatan dengan modus tersebut mendemokan aksinya di depan pihak Kepolisian. Ternyata sangat mudah dan prosesnya berlangsung sangat cepat, jadi patut diwaspadai.

Menanggapi soal itu, Jusri Pulubuhu, Training Director dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), memberikan masukan soal keamanan ketika pemilik mobil akan parkir. Mudah sebenarnya untuk dilakukan, yang jadi permasalahan mau atau tidak kita mengerjakannya demi kenyamanan dan keamanan.

Pertama, pastikan mobil terparkir di daerah yang relatif termonitor dengan baik, salah satunya dekat dengan pos keamanan. Jika tak menemukan lokasi itu, cari tempat yang cukup terang dan ramai orang lalu lalang, serta mudah terlihat.

“Sebagai awalan seharusnya cari lokasi-lokasi seperti itu walaupun konsekuensinya kita harus berjalan kaki lebih jauh ke tempat tujuan. Pasalnya, keamanan dan kenyamanan adalah pilihan, maukah kita memilihnya,” kata Jusri, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (5/1/2018).

Kedua, kata Jusri, jangan sampai barang berharga ditinggal di dalam mobil dan bisa tampak dari luar, apalagi sangat menarik perhatian.

“Ketika ingin ditinggal, sebaiknya letakkan barang-barang tersebut di dalam bagasi mobil, atau jika mobil tidak memiliki bagasi, tempatkan barang-barang tersebut di kursi baris ketiga yang sulit untuk dilihat. Pastinya jangan sampai ada yang mencolok di dalam kabin mobil terutama yang bisa memicu niat jahat,” ucap Jusri.

Ketiga, lengkapi kendaraan dengan fitur-fitur keamanan, seperti alarm atau kunci tambahan. “Meski itu tidak 100 persen jadi jaminan mobil aman dari kejahatan, setidaknya itu bisa membuat waktu kerja penjahat jadi bertambah dan mempersempit geraknya, hingga akhirnya mereka mengurungkan niat untuk melakukannya pada kita,” ujar Jusri.

Intinya, kata Jusri, maksimalkan upaya untuk bisa menjaga semuanya tetap aman. (Red)

Artikel Terkait: