PT TIMAH SANGAT OPTIMIS DENGAN PEMBENTUKAN HOLDING PERUSAHAAN PERTAMBANGAN NASIONAL

 Pembentukan Holding perusahaan Pertambangan oleh Kementerian BUMN (Foto: Media Pembaharuan.com)

Caption: Pembentukan Holding perusahaan Pertambangan oleh Kementerian BUMN (Foto: Media Pembaharuan.com)

PANGKALPINANG - Besok, Rabu (29/11) pemerintah melalui Kementerian BUMN bakal merampungkan program pembentukan Holding bagi perusahaan BUMN yang bergerak dibidang pertambangan. Hal tersebut ditandai dengan digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) oleh masing-masing perusahaan anggota Holding di Jakarta. 

Dan, PT Timah Tbk, yang dalam hal ini merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dibidang pertambangan sekaligus sebagai anggota Holding menilai bahwa pihaknya sangat  optimis dengan program yang saat ini sedang dilaksanakan Kementerian BUMN yaitu pembentukan Holding Perusahaan Pertambangan. HAl tersebut ditegaskan oleh Direktur Keuangan PT Timah Tbk, Emil Ermindra kepada mediapembaharuan.com Selasa (28/11). " Hingga saat ini, di pernghujung waktu finalisasi program Holding Perusahaan Pertambangan yang digagas oleh Kementerian BUMN, kami menilai sangat optimis dengan program tersebut, sehingga bisa memberikan manfaat lebih kepada PT Timah Tbk dan perusahaan lain tentunya yang menjadi anggota Holding tersebut," tegas Emil kepada wartawan. 

Penilaian tersebut kata Emil memiliki alasan yang sangat kuat serta bisa dianalisa dengan sangat sederhana namun logis dan sangat relevan dari yang saat ini dimiliki oleh masing-masing perusahaan anggota Holding. " Mungkin analisa yang sangat sederhana saja. Jika awalnya PT Timah hanya sendiri dengan segala keterbatasan, namun disaat sekarang gabung maka otomatis PT Timah Tbk kedepan akan memiliki sesuatu yang lebih, baik dari knowladge, networking, teknologi, SDM dan masih banyak lagi," beber Emil

Disinggung lebih detail mengenai metodologi yang bakal dilakukan PT Timah Tbk dalam merealisasikan optimisme kedepan, Emil kembali menegaskan bahwa sinergisitas merupakan salah satu metode yang akan dilaksanakan. " Seperti yang pernah saya utarakan beberapa waktu lalu, bahwa dengan melakukan sinergisitas mudah-mudahan kita akan mendapatkannya, karena metode tersebut dinilai salah satu  metode sangat relevan efektif," imbuhnya

Lebih lanjut, saat di tanya mengenai isu yang berkembang bahwa dengan hilangnya nama 'Persero" sehingga PT Timah Tbk akan seperti  perusahaan swasta sehingga akan mengurangi nilai kontrol pemerintah, Emil juga menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar dan sangat tidak beralasan. " Kenapa saya bisa memastikan bahwa hal tersebut sangat tidak beralasan, karena walaupun sekarang PT Timah Tbk tidak menyandang gelar "Persero", namun pemerintah pusat merupakan pemegang 1 lembar saham A, atau saham Dwi Warna sehingga pemerintah memiliki kontrol penuhdan hak Veto terhadap PT Timah Tbk. Sehingga pemerintah masih punya kontrol penuh terhadap PT Timah Tbk," tegas Emil kembali. 

Terakhir, Emil menuturkan bahwa komposisi saham dari masing-masing perusahaan BUMN anggota Holding dalam bentuk saham adalah sebesar 65%. " Masing-masing saham yang dimiliki oleh anggota Holding BUMN pertambangan adalah sebesar 65%, dan hanya PT Inalum yang saham milik pemerintah 100%. Dengan rincian besaran aset masing-masing perusahaan anggota holding adalah PT Bukit Asam sebesar Rp 16.894 miliar,  PT Inalum Rp 15.642 miliar,  PT Timah Tbk Rp9.280 miliar dan   PT Antam sebesar Rp 30.357 miliar," pungkasnya (Lay)



Artikel Terkait: