WHO SARANKAN IBU HAMIL DI VAKSIN INFLUENZA NASIONAL

Ilustrasi - Ibu hamil. Foto dari berbagai sumber.

Caption: Ilustrasi - Ibu hamil. Foto dari berbagai sumber.

JAKARTA - Ketua Pusat Studi Infeksi Klinik Fakultas Kedokteran Unpad Prof. Cissy B Kartasasmita mengatakan, ibu hamil menjadi salah satu pihak yang paling direkomendasikan mendapatkan imunisasi influenza oleh Badan Kesehatan Dunia PBB atau WHO.

Dalam diskusi Indonesian Influenza Foundation yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin, Cissy mengatakan imunisasi pada ibu hamil pada trimester kedua atau ketiga bisa mencegah penyakit influenza untuk bayinya dan melindungi bayi dari perawatan rumah sakit sampai usia enam bulan.

"Apalagi bayi mempunyai kekebalan yang diturunkan ibunya sampai usia tiga bulan," kata Cissy.

Dia mengatakan, imunisasi bisa mencegah influenza 60 sampai 90 persen dan mengurangi resiko transmisi 61 persen.

Adapun ketika bayi telah lahir, sementara ibu bayi belum pernah mendapat imunisasi influenza pada masa kehamilan, imunisasi tetap bisa dilakukan ketika bayi sudah berusia enam bulan.

Syaratnya, bayi usia enam bulan ini harus dua kali menerima imunisasi influenza.

"Jarak antara imunisasi pertama dan kedua adalah empat pekan. Hal ini dilakukan mengingat bayi belum mempunyai memory cell sehingga efek imunisasi pertama harus dipacu," kata dia.

Tetapi Cissy tak memungkiri kalau imunisasi influenza seringkali diabaikan dengan alasannya tidak mau terlalu banyak vaksin, atau memandang vaksin ini tidak begitu penting.

"Karena kan ada BCG, Hepatitis, dan Polia ketika bayi enam bulan, ketika sembilan bulan campak dan MR. Sesudah itu lupa. Banyak juga yang belum mementingkan vaksin influenza ini. Padahal manfaatnya banyak ketimbang efek samping yang persentasenya sangat kecil. Tidak sampai lima persen," kata dia.

Karena berbagai alasan itu, tak heran kalau tingkat kesadaran vaksinasi influenza di Indonesia masih sangat minim. Cissy bahkan menilai jumlahnya belum mencapai satu persen.

Padahal, virus influenza bisa ditekan jika 80 persen masyarakat sudah diimunisasi. Untuk itu perlu peran dari banyak pihak terutama pengambil kebijakan untuk memberi perhatian pada hal ini.

"Karena beban penyakit influenza itu cukup bermakna. Influenza itu infeksi primer dan akan lebih berat lagi kalau ada infeksi sekunder dari bakteri," kata dia. ant

Artikel Terkait: