UANG PALSU ASAL MADURA SUDAH TERSEBAR DI ENAM PROVINSI NASIONAL

Penangkapan tersangka pengedar uang palsu di Surabaya. Foto/tribunnews.

Caption: Penangkapan tersangka pengedar uang palsu di Surabaya. Foto/tribunnews.

JAKARTA - Uang palsu yang dibuat oleh kelompok Madura sudah tersebar di enam provinsi di Indonesia, yakni Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah dan Bali.

"Yang paling banyak di DKI ada 51 lembar dan Bali 41 lembar, untuk Kalbar ditemukan hanya 1, Jawa Tengah 2 lembar," jelas Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Agung, Jakarta, seperti dikutip Rmol, Rabu (18/10). 

Uang palsu tersebut kata Agung berhasil didentifikasi dari nomor seri uang yang sama di masing-masing daerah. 

"Kelompok ini sudah sempat mencetak uang palsu jika ditotal nilainya 400 juta dengan pecahan 100 ribu. Namun dibakar oleh tersangka untuk menghilangkan barang bukti," jelas Agung. 

Beberapa barang bukti untuk membuat uang palsu seperti empat Computer Procesing Unit (CPU), enam mesin printer dan fotocopy, alat-alat sablon diantaranya cat dan tinta serta beberapa rim kertas dan dua unit oven turut diamankan. 

Total, pihak kepolisian telah megamankan 6 orang tersangka berinisial S, M, R , T dan I sebagai kelompok pembuat uang palsu dan A sebagai pemodal. Keenam tersangka dijerat pasal 36 ayat 1, 3 dan 3. Pasal 37 UU No 7/2011 tentang mata uang Jo 55 KHUP dan atau pasal 5 UU No 8/2010 TPPU. 

"Ancaman hukuman maksimal seumur hidup," demikian Agung.(Red)

Artikel Terkait: