GOLKAR HARUS HORMATI HASIL SIDANG, JANGAN ADA MANUVER NASIONAL

Ketum Golkar, Setya Novanto.

Caption: Ketum Golkar, Setya Novanto.

JAKARTA - Semua pihak termasuk Partai Golkar di tingkat pusat maupun daerah diminta bisa secara arif menghormati hasil sidang praperadilan yang menyatakan penetapan tersangka Setya Novanto dalam kasus korupsi KTP-el tidak sah.

Serta memerintahkan Komisi Pemberantasan Korupsi menghentikan penyidikan terhadap ketua DPR RI itu.

"Saya justru mengapresiasi sikap pimpinan KPK yang saya baca di sejumlah media menyatakan pimpinan KPK menghormati hasil putusan praperadilan tersebut. Saya kira sikap kenegarawanan seperti ini tentunya juga harus diikuti oleh jajaran pengurus Partai Golkar seluruhnya," kata Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono kepada redaksi, seperti dikutip Rmol, Minggu (1/10).

Menurutnya, ke depan, jangan ada lagi yang berselancar dengan manuver-manuver politik yang hanya menciptakan kegaduhan di internal partai beringin. 

"Masih banyak kerja-kerja politik yang membutuhkan kekompakkan para pengurus Golkar," beber Agung. 

Dia mengaku optimistis jika Golkar akan bangkit kembali pasca dikabulkannya gugatan praperadilan Novanto oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Saya pastikan akan segera bangkit kembali elektabilitasnya. Karena Novanto terbukti tidak bersalah dan status tersangkanya dicabut melalui proses hukum yang legitimate, sangat transparan dan terbuka karena dapat diketahui dan diakses publik," jelas Agung.

Seiring dengan itu, mantan menko kesra tersebut juga meminta kader-kader Golkar yang kerap membuat kegaduhan untuk berhenti. Karena kegaduhan yang dibuat justru hanya akan menurun elektabilitas partai menjelang tahun politik 2018- 2019.

"Saya meminta kader yang akhir-akhir ini membuat gaduh supaya stop. Menurunnya elektabilitas partai karena dibuat gaduh. Saya harap semuanya melihat ke depan, jangan lihat ke belakang.

Kita solidkan barisan menaikkan elektabilitas Partai Golkar karena di depan ada sejumlah agenda politik yang harus kita hadapi, mulai memverifikasi, pendaftaran caleg, pilkada dan pilpres memenangkan Jokowi, sehingga partai perlu konsentrasi," demikian Agung. (Red)

Artikel Terkait: