TERKAIT SITUS NIKAHSIRRI, PELAKU DIJERAT UU PORNOGRAFI NASIONAL

 Ilustrasi.

Caption: Ilustrasi.

JAKARTA - Polisi bakal meminta keterangan saksi ahli terkait kasus situs perjodohan Nikahsirri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, penyidik masih menunggu cetak transaksi perbankan dalam rekening milik tersangka Aris Wahyudi. 

Penyidik sudah menyurati bank swasta agar bisa membuka rekening milik pelaku. Dengan begitu, bisa ditelusuri aliran dana dalam operasional situs Nikahsirri.

"Kita masih menunggu print out dari bank yang menjadi tempat melakukan transaksi keuangan tersangka. Kemarin kita sudah membuat surat ke pihak bank," kata Argo kepada wartawan di Jakarta, seperti dikutip Rmol, (Minggu, 1/10).

Dia menambahkan, penyidik telah menjadwalkan untuk meminta keterangan sejumlah saksi ahli. Sementara, terkait mitra belum ditemukan penambahan jumlah. 

"Mitra masih sama seperti kemarin. Saat ini kita sedang agendakan pemeriksaan saksi ahli," katanya.

Aris Wahyudi selaku pendiri Nikahsirri ditangani penyidik Subdit Cyber Crime Direktorat Reskrimsus. Dia dijerat dengan pasal 4, pasal 29, dan pasal 30 UU 44/2008 tentang Pornografi junto pasal 27, pasal 45, pasal 52 ayat 1 UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (Red)

Artikel Terkait: