Fakultas Hukum UBB: Apa Kabar Pemilu Serentak 2019??? BABEL

Dosen Hukum Tata Negara FH UBB, Rahmat Robuwan, S.H., M.H.

Caption: Dosen Hukum Tata Negara FH UBB, Rahmat Robuwan, S.H., M.H.

"Pemilu Serentak 2019 kurang efektif. Sehingga banyak problematik yang timbul dan merusak kepercayaan masyarakat"

Mediapembaharuan.com. Pemilu Serentak 2019 dibuat seolah main-main oleh sebagian orang sehingga perlu dilakukan perubahan paradigma berpikir masyarakat agar tidak meremehkan kedaulatan rakyat yang dijalankan dengan demokrasi melalui Pemilu Serentak 2019. 

Masa tenang pun disarankan bukan hanya diberlakukan beberapa hari sebelum pesta demokrasi berlangsung, tetapi juga pasca Pemilu guna mengembalikan Kesatuan Bangsa ke arah persatuan yang kuat. 

Hal itu disampaikan oleh Dosen Hukum Tata Negara, Rahmat Robuwan, S.H., M.H saat menjadi narasumber pada seminar Dari Perguruan Tinggi Hadir Untuk Negeri: 
"Evaluasi Pemilu Serentak 2019" yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Bangka Belitung (UBB) bekerjasama dengan Laboratorium FH UBB, beberapa waktu yang lalu, bertempat di Gedung Babel II, FH UBB. 

Tidak hanya itu, Robuwan juga memandang perlu bagi Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai lembaga yudikatif yang diberikan wewenang oleh Undang-undang No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu untuk menyelesaikan perselisihan hasil pemilu, untuk mempersiapkan diri sebelum tanggal 22 Mei 2019, karena diprediksi akan ada banyak gugatan sengketa perselisihan hasil pemilu yang diajukan oleh peserta pemilu kepada MK setelah pengumuman resmi hasil pemilu, dan otomatis itu akan menjadi bom waktu bagi MK dalam menguji kesiapannya. 

Independensi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) sampai tiba tanggal 22 Mei 2019 juga akan diuji dan dipertontonkan pada masyarakat. 

Untuk itu, Robuwan berpesan kepada mahasiswa yang hadir pada seminar itu untuk terus mengawasi, karena kajian mahasiswa adalah pilar demokrasi Bangsa. 

"Pemilu Serentak 2019 kurang efektif. Sehingga banyak problematik yang timbul dan merusak kepercayaan masyarakat," ungkapnya. 

Kepala Laboratorium Fakultas Hukum, UBB Reko Dwi Salfutra, S.H., M.H menyampaikan, seminar ini dilaksanakan bertepatan dengan momentum "miris" Pemilu Serentak 2019 yang banyak memakan korban jiwa. 

Laboratorium Fakultas Hukum akan terus aktif memberikan pencerahan ilmu di bidang hukum, serta mengajak mahasiswa yang dimotori oleh BEM FH UBB untuk menangkap isu-isu untuk dikaji sehingga dapat memberikan sumbangsi untuk negeri tercinta. 

Seminar yang dilaksanakan dengan sederhana ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Hukum, tetapi juga dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai kalangan organisasi, latar belakangan keilmuan, dan Perguruan Tinggi di Bangka Belitung. 

Zissi Maharesy selaku Wakil Gubernur Mahasiswa Fakultas Hukum saat ditemui di tempat kegiatan menyampaikan, seminar seperti ini yang membahas isu-isu hangat akan rutin dilaksanakan untuk dijadikan bahan pembelajaran dan kajian sehingga diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran bagi negeri.

Penulis: Suhargo 
Editor: Hun

Artikel Terkait: