Gerakan Bawa Botol Minuman Ke Sekolah, Hindari Produksi Sampah Berlebih di SMA Muhammadiyah BABEL

 Launching Gerakan Bawa Botol Minuman Ke Sekolah yang digagas oleh SMA Muhammadiyah Toboali, Bangka Selatan, Jumat (15/03).

Caption: Launching Gerakan Bawa Botol Minuman Ke Sekolah yang digagas oleh SMA Muhammadiyah Toboali, Bangka Selatan, Jumat (15/03).

Toboali, Mediapembaharuan.com. Sampah plastik di lingkungan sekolah, menjadi permasalahan serius. Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya untuk mengurangi volume dan dampaknya, SMA Muhammadiyah Toboali menggagas dan meluncurkan (launching) program Gerakan Bawa Botol Minuman Ke Sekolah, Jumat (15/03).

''Gerakan ini untuk mengatasi besarnya angka pengunaan sampah plastik yang beredar di kalangan kita. Kegiatan ini bekerja sama dengan Duta Forum Anak Toboali Bangka Selatan," ungkap Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Toboali Supiandi kepada Media Pembaharuan. 

Melalui program ini, kedepan diharapkan dapat mengurangi produksi sampah di sekolah. Selain itu menurut Supiandi, siswa-siswi dan guru dengan program ini menjadi jarang membeli air kemasan di kantin sekolah sehingga target program untuk mengurangi timbunan produksi sampah dan membuat kebiasaan untuk menghindari produksi sampah berlebih bagi para peserta didik, dapat terwujudkan. 

"Karena kunci pendidikan adalah pembiasaan," pungkasnya. 

Penulis: Sudja 

Artikel Terkait: