Kampung KB, Wujudkan Keluarga Kecil Berkualitas Untuk Mempersiapkan Generasi Unggul Di Masa Depan BABEL

 Abdul Fakih

Caption: Abdul Fakih

Pertumbuhan penduduk semakin meningkat, namun tidak didukung dengan kualitas keluarga yang baik. Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap peningkatan angka kemiskinan khususnya bagi keluarga kecil di kampung. 

Hal itu juga yang mendasari Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Januari 2016 lalu mencanangkan program Kampung KB yang menargetkan terbentuknya satu Kampung KB di setiap satu kecamatan di seluruh Indonesia pada tahun 2017.

Kampung KB nampaknya menjadi program andalan bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung sehingga diharapkan dapat mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Indikator keberhasilan program ini dilihat dari dua aspek. Pertama, aspek pengendalian kuantitas penduduk. Kedua, aspek peningkatan kualitas penduduk yang diukur dengan peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarganya. 

Dalam ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) No 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana dan Sistem Informasi Keluarga, disebutkan bahwa ada delapan fungsi keluarga, diantara sebagai berikut : (1) fungsi keagamaan, (2) fungsi sosial budaya, (3) fungsi cinta kasih, (4) fungsi perlindungan, (5) fungsi reproduksi, (6) fungsi sosialisasi dan pendidikan, (7) fungsi ekonomi dan (8) fungsi pembinaan lingkungan. Apabila kedelapan fungsi di atas dapat dioptimalkan dengan baik di masing-masing keluarga, maka bukan hal yang mustahil keluarga kecil berkualitas dapat diwujudkan.

Manfaat Kampung KB selain dipercaya mampu mengentaskan kemiskinan, juga dapat mendekatkan pembangunan kepada masyarakat. Dengan kata lain, Kampung KB tak hanya berbicara soal membatasi ledakan penduduk, tapi juga memberdayakan potensi masyarakat agar berperan nyata dalam pembangunan. 

Kampung KB akan membuat generasi masa depan bangsa menjadi generasi yang terencana, baik dalam hal kematangan seksualitas, kesehatan, pendidikan dan terbentuknya karakter pribadi generasi penerus bangsa yang lebih baik dan siap membangun keluarga kecil baru yang berkualitas.

Berdasarkan data yang pernah disampaikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Babel Etna Estelita, pemakaian alat kontrasepsi sudah meningkat persentasenya dari 66,97 menjadi 73,10 persen. Hal itu bisa ditafsirkan bahwa program Kampung KB mulai dapat dirasakan manfaatnya bagi keluarga kecil, salah satu bukti nyatanya ialah semakin meningkatnya kesadaran masyarakat khususnya kaum Emak-emak dalam penggunaan alat kontrasepsi.

Penulis: Abdul Fakih, S.H

Artikel Terkait: