Di Negara Maju, Tak Lagi Gunakan BBM Dengan RON 88 BABEL

Ilustrasi/Net

Caption: Ilustrasi/Net

Mediapembaharuan.com - Ketua Karimun Club Indonesia  (KCI) Chapter Bangka Belitung, Andrian mengatakan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas merupakan usaha untuk menjaga aset kendaraan dan kenyamanan dalam berkendara.

"Sebagai aset, kita juga harus bisa care dengan kendaraan, mengutamakan perawatan, service rutin, dan termasuk memperhatikan hal-hal kecil seperti menggunakan bahan bakar berkualitas," ujar Andrian ketika menjadi pembicara dalam Talkshow bertajuk "Yuk Move On Ke Produk Berkualitas", Kamis (8/11/2018) di Warkop Papa Pangkalpinang. 

Masyarakat pun katanya sering terkecoh dengan harga yang relatif murah, padahal dengan membeli bbm dengan tanpa memperhatikan kualitas, akan berdampak buruk bagi kendaraan maupun lingkungan. "Kepedulian kita dengan kendaraan yang kita anggap sebagai aset itu, juga penting," tegasnya.

Dari sisi perbandingan kualitas antara penggunaan premium dengan pertalite terhadap mesin kendaraan. Tim Education MD Yamaha Babel, Humaidi menjelaskan bahwa dirinya lebih merekomendasikan untuk menggunakan bbm berkualitas seperti pertalite dan pertamax, terlebih untuk mesin kendaraan yang sudah injeksi.

"Kita sangat melarang sekali motor menggunakan premium untuk jangka panjang. Tapi kalau memang tidak ada lagi pertalite misalnya hanya ada premium, sebagai alternatif tidak masalah," jelasnya.

Tumpukan sisa pembakaran yang terlalu banyak tambah Humaidi, dapat menyebabkan knoking atau suara kendaraan yang menggelitik atau kasar.

"Tumpukan karbon atau sisa pembakaran dari kendaraan yang menggunakan premium tergolong banyak, sedangkan pertalite tidak terlalu banyak, kalau pertamax saya jamin bersih," ungkapnya. 

Sementara itu, Tim Komunikasi Pertamina Sumbagsel, Bram yang juga menjadi pembicara dalam Talkshow itu menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan produk pertamina yang lebih berkualitas untuk menjaga mesin dan lingkungan.

"Sosialisasi memang kita gencarkan, dengan harapan kalau mereka menggunakan bbm yang tidak berkualitas maka akan berdampak buruk terhadap kendaraan dan lingkungan. Di Negara maju, mereka tidak ada lagi yang menggunakan bbm RON 88 (premium). Karna berdampak pada mesin dan lingkungan," jelasnya.

Masyarakat juga dihimbau dalam menentukan pilihan jenis bbm yang akan dibeli supaya lebih mengutamakan kualitas.

"Jangan sampai karena tergiur harga yang murah, untuk jangka panjang merusak kendaraan. Semakin tinggi nilai RON, maka semakin baik untuk kendaraan. Dari segi lingkungan, makin tinggi RON, semakin rendah sulvurnya," pungkasnya. (red) 

Artikel Terkait: