UBB Berduka, Dosen Biologi Korban Pesawat Lion Air JT 610 BABEL

Turut Berduka - Suasana duka dirumah Orang Tua Idha Susanti (Dosen Biologi UBB) di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, korban jatuhnya pesawat Lion Air JT- 160 Senin (29/10) pagi. (Foto: Humas UBB)

Caption: Turut Berduka - Suasana duka dirumah Orang Tua Idha Susanti (Dosen Biologi UBB) di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, korban jatuhnya pesawat Lion Air JT- 160 Senin (29/10) pagi. (Foto: Humas UBB)

Merawang, Mediapembaharuan.com - Dosen Jurusan Biologi Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi (FPPB) Universitas Bangka Belitung (UBB), Idha Susanti menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-160, rute Jakarta-Pangkalpinang Senin lalu (29/10/2018).

Pesawat yang baru beroperasi 15 Agustus 2018 itu mengangkut total 189 penumpang, dan diduga mengalami masalah sesaat setelah tinggal landas, serta berupaya kembali ke Badara Soekarno Hatta namun jatuh di perairan Tanjung Kerawang, Jawa Barat.

Pemberitaan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 sontak membuat keluarga besar UBB tak menyangka kalau salah satu dosen terbaiknya menjadi salah satu penumpang dalam penerbangan tersebut. 

Tayib, suami dari korban (Idha) sebelumnya tak menyangka bahwa Senin (29/10) kemarin menjadi hari perpisahan dengan sang istri tercintanya. 

Senin pagi, ia sempat menelpon pihak UBB untuk memastikan istrinya apakah sudah berada di Kampus UBB.

Pimpinan UBB mengadakan rapat terkait hal tersebut, dan mengutus Dekan FPPP UBB Dr. Tri Lestari mewakili civitas UBB untuk berangkat ke Jakarta menemui orang tua dan keluarga korban.

Tri juga sebelumnya sempat menghubungi suami korban untuk memastikan kebenaran berita tersebut. 

Dari komunikasi yang disampaikan oleh suami Idha Susanti kepada dirinya, Ia pun mengirim pesan ke forum whatsapp pegawai UBB untuk bersama-sama berdo’a untuk keselamatan Idha. 

"Mohon doanya bapak/ibu barusan saya via telpon dengan abang Tayeb suaminya bu Idha. Suaminya antar mpok Idha ke bandara jam 3 pagi tadi flight Lion jam 6. Biasanya jika sudah tiba Bangka mpok Idha langsung telpon suaminya. Mohon doanya semoga mpok Idha dilindungi Allah SWT, aamiiin,” pesan Whasapp Tri ke grub pegawai UBB.

Idha Susanti saat ini selain aktif mengajar di kampus UBB, yang bersangkutan juga dalam tahap menyelesaikan studi S3 nya di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Idha dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik, serta disenangi dilingkungan Kampus. 

Tri manambahkan, saat ini (31/10) dirinya masih di Jakarta, dan di rumah keluarga korban terus dilantunkan yasinan bersama masyarakat. 

Ia juga menuturkan, kemarin (30/10) ibunya telah dilakukan test DNA di laboraturium Rumah Sakit Bayangkara Kramat Jati. Bahkan ikhtiar pun terus dilakukan, hingga mengejar setiap ambulance yang datang, walaupun dihalang-halangi petugas dan berharap diantara kantung yang telah ditemukan ada Idha. 

“Semalam dapat info di TV ditemukan alat-alat atas nama Idha Susanti, pagi ini kami berdua sudah ke Halim Perdana Kusuma, lanjut RS Bayangkara untuk memastikannya. Namun pihak terkait belum bisa memberikan informasi untuk kejelasan identifikasi korban. Sampai pagi ini sudah ditemukan 48 kantong potongan jenazah,” ungkap Tri.

Hingga kini, kantong jenazah berisi puing dan korban meninggal dunia telah dibawa dari perairan Ujung Karawang menuju JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sedangkan untuk bagian tubuh korban yang telah ditemukan, sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diidentifikasi. 

“Saya sdh cari info kemana-mana, identifikasi mayat paling cepat 8 hari. Jadi saya putuskan pulang sore ini, sambil menunggu info dari tim lion, RS Bhayangkara, Jasa Raharja, In Syaa Alloh Selasa depan 7 Oktober saya berangkat lagi ke Jakarta,” tuturnya.

Pihak keluarga korban juga telah menyerahkan sejumlah data antemortem dan sampel DNA untuk keperluan identifikasi korban. 

Pimpinan dan sivitas akademika UBB merasa kehilangan dan merasakan duka yang mendalam atas kepergian dosen terbaiknya, dan berharap keluarga yang ditinggalkan selalu diberi ketabahan. (Ags/Humas) 

Artikel Terkait: