103 Hektare Lahan Terbakar di Bangka Tengah Sangat Mengkhawatirkan BABEL

Ilustrasi/Net.

Caption: Ilustrasi/Net.

MEDIAPEMBAHARUAN.COM, Koba - Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Kesbangpol Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat seluas 103 hektare hutan di daerah itu terbakar  akibat musim kemarau.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana pada BPB Kesbangpol Kabupaten Bangka Tengah, Muhammad Yudi Sabara di Koba, Kamis, mengatakan seluas 103 hektare hutan terbakar itu tersebar pada beberapa kecamatan.

"Data tersebut kami catat sepanjang 2018, akibat musim kemarau dan pemicunya sebagian ulah manusia yang sengaja membakarnya, ada juga karena faktor lain karena kondisi cuaca yang sangat panas," katanya.

Ia mengatakan, rata-rata hutan yang terbakar itu adalah lahan kosong, kebun sawit dan perkebunan kelapa dengan struktur tanah bergambut sehingga mudah terbakar jika ada pemicunya.

"Sebagian hutan yang terbakar itu juga dikhawatirkan meluas hingga mengancam perkampungan penduduk karena areal hutan berbatasan dengan pemukiman penduduk," katanya.

Sejauh ini, kata dia, tidak ada hutan mangrove atau hutan bakau yang terbakar kendati ada sebagian lokasi terbakar tidak jauh dari pinggir pantai.

"Tidak ada hutan bakau yang terbakar, memang ada areal yang terbakar tidak jauh dari pinggir pantai seperti di Sinar Laut namun tidak sampai meluas hingga membakar hutan bakau," katanya.

Ia mengimbau kepada warga tidak membakar hutan untuk membuka lahan perkebunan karena rawan terjadi kebakaran dalam skala luas pada musim kemarau saat ini yang sudah terjadi sejak Juni 2018.

"Kami juga meminta kepada oknum warga jangan sengaja membakar hutan atau secara tidak sengaja membuang puntung rokok ke kawasan hutan yang kondisinya sudah kering kerontang akibat musim kemarau," katanya. ant

Artikel Terkait: