DPR Dan Menteri LHK Sosialisasi Pengolahan Air Limbah Di Air Mesu BABEL

Ditjen PPKL Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan Sosialisasi Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik Komunial Di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Nurul Falah (PPNF) Air Mesu Timur Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah Kepulauan Bangka Belitung/MP.

Caption: Ditjen PPKL Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan Sosialisasi Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik Komunial Di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Nurul Falah (PPNF) Air Mesu Timur Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah Kepulauan Bangka Belitung/MP.

MEDIAPEMBAHARUAN.COM, BABEL - Jum’at 20 Juli 2018, Ditjen PPKL Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan Sosialisasi Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik Komunial Di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Nurul Falah (PPNF) Air Mesu Timur Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah Kepulauan Bangka Belitung.

Acara dimulai Pukul 08.00 s/d 11.00 ini dihadiri kurang lebih ratusan peserta yang terdiri dari Para Pimpinan dan Petinggi Pondok, Dewan Guru, Santri, Tokoh Masyarakat, Aparat Desa setempat, Ditjen PPKL LHK, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Tengah. Selain itu juga Turut hadir Anggota DPR RI Ibu Hj. Melda Addriani dari Komisi VII yang membidangi energi sumber daya mineral dan lingkungan hidup Dapil Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Anggota Legislatif  Pengganti Antar Waktu (PAW) menggantikan Alm. Azhar Romli ini dalam sambutannya menjelaskan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat guna meningkatkan mutu pendidikan santri. Melda juga menjelaskan output dari sosialisasi ini dapat terealisasinya pembangunan IPAL demi menampung Limbah Domestik dari pesantren dengan jumlah santri kurang lebih 1000 orang.

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Falah Air Mesu Timur Ustad Masri Saharun S.Pd.I menanggap positif niat baik rencana pembangunan IPAL tersebut. “Rencana Pembangunan IPAL di lingkup PPNF sudah tepat dan dibutuhkan mengingat semakin meningkatnya kuantitas santri setiap tahun, sehingga akan meningkat pula produksi Air Limbah di pesantren”. Jelas Ustad Masri sekaligus Alumni pertama PPNF.

Pembangunan IPAL diharapkan terjadi dan mampu mengolah air limbah pesantren. Masalah krusial lainnya di PPNF adalah susahnya sumber air bersih setiap musim kemarau. Bahkan kemarau ditahun 2017 menghabiskan anggaran sekitar 43 juta dalam kurun waktu kurang lebih empat bulan, sehingga diperlukan solusi seperti bantuan bor besar di pesantren. Harap Pimpinan Ke-3 PPNF ini.

Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan sosialisasi tentang Pentingnya Pembangunan IPAL. Menjadi Narasumber yaitu Arif Fadil alumni IPB sekaligus perwakilan Ditjen PPKL Kementrian Lingkungan Hidup Pusat dan Kehutanan dan Ali Imron Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Bangka Tengah.

Ali Imron menjelaskan “Rencana pembangunan Pilot Project IPAL akan menimbang kadar PH tanah. Pembangunan IPAL akan dilengkapi dengan biodigester untuk menangkap gas metan yang nantinya dimanfaatkan untuk bahan bakar biogas sebagai pengganti kayu bakar”.

Sosialisasi ditutup dengan penegasan dari Arif Fadil bahwa Ditjen PPKL LHK  berkomitmen untuk melakukan pengolahan lingkungan melalui penyediaan Pilot Project Pembangunan IPAL Komunal untuk mengolah air limbah di pesantren. Terkhusus dalam waktu dekat di PPNF. Selanjutnya acara ditutup dengan foto bersama. (Rapdi)

Artikel Terkait: