Posko KKN Tematik UBB Kurau Barat Diserbu Anak-anak BABEL

Puluhan anak-anak menyerbu posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UBB Desa Kurau Barat 2018 setelah maghrib tadi malam, Jumat (14/07/18). Foto: MP.

Caption: Puluhan anak-anak menyerbu posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UBB Desa Kurau Barat 2018 setelah maghrib tadi malam, Jumat (14/07/18). Foto: MP.

MEDIAPEMBAHARUAN.COM, Bangka Tengah - Puluhan anak-anak menyerbu posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UBB Desa Kurau Barat 2018 setelah maghrib tadi malam, Jumat (14/07/18). Anak-anak tersebut mendatangi posko KKN tersebut untuk menghadiri kegiatan Maghrib Mengaji.

Kegiatan Maghrib Mengaji merupakan kegiatan rutin dan termasuk dalam salah satu program kerja KKNT UBB di Kurau Barat dalam mengisi waktu maghrib dengan belajar mengaji bersama dan memperkenalkan anak-anak setempat agar lebih dekat dengan Alquran. 

Kegiatan ini akan dilakukan setiap hari selepas maghrib di posko KKN. Selain mengaji, mereka juga datang untuk mengerjakan tugas sekolah atau sekedar belajar bersama.

Kegiatan ini menimbulkan respons postif dari ibu anak-anak tersebut. Mereka merasa terbantu dengan adanya program Maghrib Mengaji tersebut. 

“Dengan adana kegiatan tersebut anak-anak mereka dapat memanfaatkan waktu selepas maghrib dengan hal-hal yang bermanfaat seperti belajar.” Ujar salah satu dari anak-anak tersebut. 

Aeng Saputra, selaku ketua KKN Tematik Desa Kurau Barat 2018 menekankan bahwa kegiatan Maghrib Mengaji yang dilakukan selepas maghrib bertujuan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat setempat dan mengenalkan anak-anak agar lebih dekat dengan Al quran.

“Kegiatan maghrib mengaji yang dilakukan selepas waktu maghrib sampai waktu isya merupakan salah satu program kerja kami selama 40 hari KKN. 

Hal ini merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan masyarakat terutama anak-anak setempat dan berusaha untuk mengenalkan anak-anak agar lebih dekat dan mencintai Alquran.

Seperti yang kita ketahui bahwa Alquran merupakan petunjuk bagi setiap muslim, jadi belajar dan mengajarkannya merupakan hal yang wajib dilakukan, terlebih lagi  dengan antusiasme yang sangat tinggi dari anak-anak setempat sehingga semangat kami untuk saling berbagi juga meningkat.” Tutur Aeng. (RR)

Artikel Terkait: