PEMBUDI DAYA LELE BERHASIL PRODUKSI PAKAN MANDIRI BABEL

Penyuluh perikanan Kecamatan Tempilang, Andi (kaos oranye) memberikan motivasi kepada anggota kelompok budi daya lele agar memproduksi pakan mandiri. (babel.antaranews.com)

Caption: Penyuluh perikanan Kecamatan Tempilang, Andi (kaos oranye) memberikan motivasi kepada anggota kelompok budi daya lele agar memproduksi pakan mandiri. (babel.antaranews.com)

MEDIA PEMBAHARUAN, Bangka Barat - Kelompok budi daya ikan lele "Senawar Lestari" di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil memproduksi pakan mandiri untuk mengurangi ketergantungan pasokan pakan industri.

"Kami akan terus mendorong para anggota kelompok agar mampu memroduksi pakan sendiri agar biaya modal usaha bisa ditekan sehingga keuntungan semakin besar," kata petugas penyuluh perikanan Kecamatan Tempilang, Andi saat dihubungi dari Muntok, Selasa.

Menurut dia, selama ini para anggota kelompok budi daya ikan air tawar, khususnya lele, masih sangat tergantung pada pasokan pakan industri yang harganya semakin meningkat.

Peningkatan harga pakan di pasaran, salah satunya disebabkan oleh meningkatnya permintaan dan seringnya terjadi kelangkaan persediaan di tingkat pedagang pengecer.

"Para pelaku usaha budi daya lele di Tempilang yang cukup jauh dari pusat kota, kenaikan harga pakan menjadi permasalahan serius yang harus segera diatasi demi kelangsungan usahanya," katanya.

Untuk itu, pemerintah daerah melalui para petugas penyuluh diharapkan mampu memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha dengan memberikan pelatihan singkat memroduksi pakan mandiri dengan memanfaatkan bahan baku yang ada di sekitarnya.

"Kebetulan di Tempilang cukup mudah mendapatkan ikan rucah dan harganya stabil di kisaran Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram, tinggal ditambah dedak tepung polar dicampur ubi," katanya.

Ia mengatakan modal yang dibutuhkan untuk produksi pakan lele mandiri sekitar Rp6.500 per kilogram, harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga pakan industri yang rata-rata harganya mencapai Rp12.500 per kilogram.

Sejak 2017 produksi pakan anggota kelompok binaannya sudah mampu memenuhi kebutuhan secara mandiri dan hanya beberapa kali diselingi pakan industri pada saat sulit mendapatkan bahan baku untuk membuat tepung ikan kering.

"Kami berharap kelompok tersebut bisa menjadi percontohan bagi kelompok lain yang ingin memroduksi pakan secara mandiri yang sudah terbukti mampu menekan biaya modal usaha budi daya lele," katanya. ant

Artikel Terkait: