GUBERNUR BABEL TANGKAL RITEL MODERN DENGAN "DESA MART" BABEL

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan. Foto/Bangkapos.

Caption: Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan. Foto/Bangkapos.

PANGKALPINANG, Mediapembaharuan.com - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan mengoptimalkan program "desa mart" untuk menangkal masuknya ritel modern di perdesaan, sebagai upaya memberdayakan ekonomi masyarakat dan UMKM di daerah itu.

"Kita berharap desa mart ini dapat membendung masuknya ritel modern di perdesaan," kata Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Jumat.

Ia menjelaskan prinsip desa mart ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Tidak hanya itu, desa mart ini juga akan difungsikan sebagai penyaluran bantuan sosial seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sejahtera (KIS) dan bantuan untuk masyarakat miskin lainnya.

"Berbagai kebutuhan sembilan bahan pokok masyarakat, termasuk buku, sepatu, topi dan kebutuhan sekolah lainnya ada di desa mart," katanya.

Erzaldi mengatakan model desa mart yang dikelola BUMDes ini sangat kecil, tetapi manfaatnya sangat banyak untuk pemberdayaan perekonomian masyarakat desa.

"Kita bukannya anti ritel modern, tetapi ingin memberdayakan masyarakat desa. Untuk apa ada ritel modern jika harga kebutuhan masyarakat tinggi yang memicu kenaikan inflasi," ujarnya.

Menurut dia desa mart ini dapat mengontrol laju inflasi, memproduktifkan dana desa dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, merangkul usaha kerakyatan dan lainnya yang akan meningkatkan kualitas dan daya saing desa.

"Selama ini serapan usaha masyarakat desa sangat kecil, karena tidak mampu bersaing dengan produk ritel modern. Mudah-mudahan dengan optimalisasi program desa mart ini usaha pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan masyarakat desa semakin maju dan sejahterah," katanya. ant

Artikel Terkait: