PASLON EKSIS SIAP MENGEMBAN AMANAH BABEL

Calon Wakil Walikota Pangkalpinang, Ismiryadi Dodot mengajak ibu-ibu pengajian disekitar rumahnya untuk mengadakan doa bersama. Foto/MP.

Caption: Calon Wakil Walikota Pangkalpinang, Ismiryadi Dodot mengajak ibu-ibu pengajian disekitar rumahnya untuk mengadakan doa bersama. Foto/MP.

PANGKALPINANG - Calon Wakil Walikota Pangkalpinang, Ismiryadi Dodot mengajak ibu-ibu pengajian disekitar rumahnya untuk mengadakan doa bersama. Hal ini dilakukan agar Pilkada dapat berjalan dengan lancar dan menghadirkan pemimpin yang amanah di Kota Pangkalpinang untuk lima tahun kedepan. Selain itu juga, tetap diselingi dengan tausiah dan siraman rohani sebagaimana biasa dilakukan dalam setiap pertemuan Eksis (Endang-Ismiryadi).

Dalam hal ini juga, Dodot mengajak ibu-ibu untuk merapatkan barisan ke pasangan Eksis. Dia berharap, dapat diberikan kesempatan kepada kaum perempuan untuk memimpin Pangkalpinang kedepan.

"Sudah 13 periode Pangkalpinang ini dipimpin oleh bapak-bapak. Bolehlah sekali-kali kita berikan kesempatan kepada Ibu-ibu untuk memimpin Pangkalpinang kedepan periode 2018-2023,"kata Dodot dikediamannya, kemarin (21/2/2028).

Doa bersama juga diharapkan dapat sama-sama menciptakan pemimpin yang amanah. Selain berjalannya Pilkada dengan damai dan lancar serta terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan. 

"Kita harap mendapatkan pemimpin yang amanah. Siapapun yang terpilih kita anggap amanah. Mudah-mudahan amanah itu akan dilaksanakan oleh Endang-Ismiryadi,"ujarnya.

Dia menampik kalau, Eksis hanya sibuk meraup dukungan perempuan. Katanya, semua masyarakat Pangkalpinang, baik laki-laki maupun perempuan menjadi pundi-pundi suara pasangan nomor urut 4 ini.

"Semua, perempuan pilih perempuan, laki-laki pilih perempuan. Semua masyarakat, kalau percaya dengan Eksis kita siap mengemban amanah itu,"tutupnya.

Dalam hal ini juga, Dodot mengomentari adanya kampanye hitam di sosial media facebook perihal pencalonan Endang Kusumawaty. Yang menyatakan berdosa memilih pemimpin seorang perempuan.

"Kita sudah temui yang bersangkutan. Akan kita pelajari secara hukum. Sasaran itu kita, dan menimbulkan hal tidak benar. Menyampaikan informasi yang salah. Dia harus klarifikasi dan masih kita kejar. Kalau tidak bisa klarifikasi, kita akan bawa ke ranah hukum. Karena sudah jelas black campaign. Dia tidak bisa klarifikasi menunjukkan ayat mana yang dia sampaikan itu. Juga tidak bisa menunjukkan referensinya apa,"tukas Dodot. (MP-AAL)

Artikel Terkait: