EDUKASI PENTINGNYA MENUTUP AURAT (GEMAR) 2018 DI PANGKALPINANG BABEL

Sejumlah Muslim dan Muslimah merayakan Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) 2018 yang jatuh pada  17 Februari, di kawasan Alun Taman Sari, Pangkalpinang, Sabtu(17/2). Foto/MP.

Caption: Sejumlah Muslim dan Muslimah merayakan Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) 2018 yang jatuh pada 17 Februari, di kawasan Alun Taman Sari, Pangkalpinang, Sabtu(17/2). Foto/MP.

PANGKALPINANG - Sejumlah Muslim dan Muslimah merayakan Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) 2018 yang jatuh pada  17 Februari, di kawasan Alun Taman Sari, Pangkalpinang, Sabtu(17/2).

Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) 2018 edukasikan ihwal jilbab syari. Edukasi tersebut dilakukan pada masyarakat di kawasan Taman Sari dan Alun-Alun Taman Merdeka (ATM) Pangkalpinang, Sabtu (17/2).

"Kita edukasikan tentang jilbab syari dan menjelaskan tentang aurat," kata petugas pelaksana GEMAR 2018 Pitrianova dalam kegiatan GEMAR 2018 di Panggung Taman Sari , Pangkalpinang, Sabtu (17/2).

Ia menjelaskan, Gerakan Menutup Aurat (Gemar) sudah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Ada dukungan penuh dari puluhan komunitas maupun organisasi kemasyarakatan yang ikut menyukseskan GEMAR 2018.

Ada yang berbeda dari tahun sebelumnya, GEMAR 2018 menyediakan berbagai event baru seperti tausyiah akbar, lomba menulis, flashmob, orasi dan banyak lainnya.

Ia menjelaskan,  tersebut dapat digunakan Muslimah yang ingin berhijrah atau sekedar mencoba hijab syari. Berdasarkan salah satu ayat di surat Al-Azhab dan An-Nur, jilbab syari yakni yang menutup kepala, tidak tipis dan menerawang, dan tak membentuk lebuk tubuh.
 
Perempuan yang akrab disapa nova itu menjelaskan, salah satu tujuan GEMAR 2018 yakni mengajak ukhti berhijab dan mengedukasi batasan aurat.

 Juga salah satu tujuan mengundang ustazah di kegiatan tersebut, yakni mengisahkan bagaimana pentingnya hijab.

 "Di zaman yang mudah ini, jilbab tersedia dimana saja. Kita harus jaga hidayah itu," ujar Pitrianova.

Pewarta: Rapdi Rahasiwi (Anggota KAMMI dan KOSADA Babel)

Artikel Terkait: