PT TIMAH SALURKAN PINJAMAN UMKM SEBESAR 6,9 MILIAR BABEL

 Ilustrasi. Foto/Rmol.

Caption: Ilustrasi. Foto/Rmol.

PANGKALPINANG - PT Timah Tbk menyalurkan pinjaman bergulir semester II 2017 sebesar Rp6,916 miliar kepada 168 pelaku usaha mikro kecil menengah dan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai upaya meningkatkan produktivitas yang berdaya saing di pasar global.

"Melalui penyaluran dana pijaman bergulir program kemitraan ini diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di daerah ini," kata Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Timah Tbk, Muhammad Rizki usai menyerahkan bantuan dana bergulir kepada pelaku UMKM dan koperasi di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menjelaskan bantuan pinjaman bergulir UMKM itu berdasarkan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-09/MBU/VII/2015 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan jo Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-08/MBU/2008, untuk membantu pelaku usaha mengembangkan usahanya.

Selain itu persetujuan Direktur Keuangan tentang Persetujuan Hasil Survei dan RAB Penyaluran Dana Pinjaman Calon Mitra Binaan Program Kemitraan PT Timah.

"Kami berharap penerima bantuan dapat memanfaatkan dana dengan sebaik-baiknya dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.

Ia mengatakan pinjaman bergulir sebesar 6,916 miliar tersebut diberikan kepada 168 mitra binaan di lingkungan operasional perusahaan dengan rincian Kota Pangkalpinang sebesar Rp1,638 miliar diberikan kepada 34 mitra binaan, Kabupaten Bangka Rp1,150 miliar diberikan kepada 43 mitra binaan.

Kabupaten Bangka barat Rp820 juta diberikan kepada 16 mitra binaan, Bangka Tengah Rp1,065 miliar untu 20 mitra binaan, Bangka Selatan Rp1,078 miliar untuk 25 mitra binaan, Belitung Rp405 juta untuk 10 mitra binaan, Belitung Timur Rp45 juta untuk 3 mitra binaan.

Selanjutnya, pinjaman bergulir di Kabupaten Debo Singkep sebesar Rp280 juta, Karimun Kundur Rp365 juta dan Tengerang sebesar Rp70 juta.

"Kegiatan ini salah satu tugas PT Timah untuk mempercepat pembangunan dan mendorong usaha kecil menengah masyarakat yang mandiri dan berdaya saing," ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini BUMN dapat menjadi sebagai perintis bagi kegiatan-kegiatan usaha kerakyatan yang belum bisa dilakukan secara mandiri oleh pihak lainnya.

"Kami terus berupaya memberikan bimbingan dan bantuan kepada usaha berekonomi lemah, agar mereka lebih produktif," ujarnya. ant

Artikel Terkait: