PENYANDANG DISABILITAS BABEL DILATIH BERWIRAUSAHA BABEL

Ilustrasi - Penyandang Disabilitas. Foto dari berbagai sumber.

Caption: Ilustrasi - Penyandang Disabilitas. Foto dari berbagai sumber.

PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan melatih penyandang disabilitas berwirausaha untuk meningkatkan taraf hidup mereka di daerah itu.

"Para penyandang disabilitas ini akan dilatih di balai pelatihan kerja, sehingga mereka dapat mandiri dan tidak lagi menggantungkan hidup dengan keluarga atau orang lain," kata Wakil Gubernur Kepulauan Babel Abdul Fatah di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan pelatihan kerja ini sangat penting dalam meningkatkan kemampuan, keterampilan, bakat yang dimiliki penyandang disabilitas, agar mereka dapat menghasilkan produk atau jasa yang berdaya saing di pasar global.

"Para penyandang disabilitas ini akan diarahkan dan bergabung dengan usaha mikro kecil menengah, sehingga pemerintah dapat dengan mudah membantu dan memfasilitasi usaha disabilitas ini," katanya.

Ia mengapreasiasi peringatan Hari Disabilitas Internasional, karena dapat memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan usaha penyandang disabilitas di daerah ini.

"Saya baru tahu adanya amanat dari pemerintah pusat, agar pemerintah daerah memasang baleho dalam memperingati Hari Disabilitas Internasional ini," ujarnya.

Ia menilai amanat pemasangan baleho memperingati Hari Disabilitas Internasional dari pusat itu agak terlambat. Jika anjuran ini diberitahukan jauh-jauh hari, maka pemerintah daerah tidak hanya memasang baleho tetapi akan melakukan berbagai kegiatan sosial untuk membantu para penyandang disabilitas kurang mampu.

"Kita akan segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menggelar berbagai kegiatan sosial dan ini sebagai bentuk perhatian khusus pemerintah daerah kepada masyarakat penyandang disabilitas di daerah ini," katanya. 

Ia berharap kegiatan sosial seperti bantuan kaki palsu, kursi roda dan alat bantu lainnya nanti dapat memotivasi para penyandang disalibitas untuk berusaha dan bersaing dengan masyarakat normal di era globalisasi ini," harap Abdul Fatah. 

Data Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkessos) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat jumlah penyandang disabilitas di daerah itu hingga Desember 2014 sebanyak 5.393 orang.

Jumlah sebanyak itu terdiri dari cacat fisik 2.534 orang, mental 1.184 orang, tuna netra 474 orang, eks penyakit kusta 71 orang, eks penyakit kronis 14 orang dan disabilitas rungu wicara 578 orang. ant

Artikel Terkait: