PROGRAM PRESIDEN "TOL LAUT" AKAN BANGUN DI BANGKA TENGAH BABEL

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel Budiman Ginting. Foto/Pemprov Babel.

Caption: Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel Budiman Ginting. Foto/Pemprov Babel.

PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan membangun pelabuhan internasional di Desa Batu Bariga, Kabupaten Bangka Tengah, guna mempercepat perekonomian masyarakat di daerah itu.

"Pembangunan pelabuhan internasional di Batu Bariga sudah masuk program strategis nasional dan akan dikerjakan oleh pihak swasta," kata Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel Budiman Ginting di Pangkalpinang, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa hasil survei kedalaman laut di Pantai Batu Beriga mencapai 14 meter. Hal itu sudah memenuhi syarat untuk pembangunan pelabuhan berstandar internasional.

"Kita sudah melakukan survei di seluruh pelabuhan di kabupaten dan kota, dan ternyata hanya Pantai Batu Beriga yang cocok untuk pembangunan pelabuhan berstandar internasional," katanya.

Budiman mengatakan sebelum menetapkan Pantai Batu Bariga sebagai kawasan pembangunan pelabuhan internasional, pemerintah melakukan survei ke Pelabuhan Belinyu, Pangkalbalam, Muntok, Tanjungpandan, Manggar, dan pelabuhan lainnya yang ada di kabupaten dan kota di provinsi itu.

"Mudah-mudahan pelabuhan internasional ini dapat segera terwujud, sehingga pemerintah provinsi dapat mengoptimalkan dan menyukseskan program tol laut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo," ujarnya.

Menurut dia program tol laut yang dicetuskan Presiden Joko Widodo sebagai hal yang membantu pemerintah provinsi memperkuat perekonomian dan perdagangan.

Melalui program tol laut itu, katanya, dapat memperlancar transportasi laut dengan biaya distribusi barang yang lebih murah.

"Program tol laut ini berdampak positif terhadap perekonomian dan perdagangan, apalagi Babel yang merupakan wilayah kepulauan yang memiliki bentangan laut luas dengan ratusan kecil. Daerah ini juga berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang merupakan jalur perdagangan dunia," ujarnya. ant

Artikel Terkait: