EMIL: HOLDING BUMN PERTAMBANGAN AKAN BERDAMPAK POSITIF BAGI BISNIS PT TIMAN TBK BABEL

 Direktur Keuangan PT Timah Tbk, Emil Ermindra (Foto: Media Pembaharuan.com)

Caption: Direktur Keuangan PT Timah Tbk, Emil Ermindra (Foto: Media Pembaharuan.com)

PANGKALPINANG - Rencana pembentukan holding 3 emitten perusahaan BUMN disektor pertambangan oleh Kementerian BUMN sudah hampir finish, yaitu dengan digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) besok lusa, Rabu (29/11) di Jakarta. Namun demikian, hingga saat ini program Holding tersebut masih meninggalkan banyak tanda tanya terhadap publik, bahkan mungkin karyawan yang saat ini bekerja disalah satu perusahaan BUMN yang ikut holding tersebut seperti halnya PT Timah Tbk. 

Untuk menjawab berbagai pertanyaan yang timbul, wartawan mediapembaharuan.com mencoba melakukan konfirmasi terhadap salah satu Direksi PT Timah Tbk yaitu Direktur Keuangan PT Timah Tbk, Emil Ermindra. Dalam wawancara tersebut, kami mencoba mengupas berbagai pertanyaan yang mungkin saja banyak dialami oleh publik, bahkan karyawan PT Timah Tbk sendiri. 

Saat ditanya apakah dengan terbentuknya holding tersebut akan berpengaruh terhadap kebijakan maupun kinerja PT Timah Tbk, mengingat akan ada perubahan Anggaran Dasar perusahaan? Menjawab pertanyaan tersebut, Emil Ermindra menegaskan bahwa dengan adanya pembentukan holding malah akan memperkuat kapabilitas dan kapasitas operasional terhadap PT Timah Tbk. "  Pembentukan Holding Tambang BUMN ini justru untuk memperkuat kapabilitas dan kapasitas operasional produksi untuk PT Timah," tegas Emil kepada mediapembaharuan.com, Senin (27/11). 


Emil juga menambahkan bahwa dengan terbentuknya holding 3 emitten perusahaan BUMN, termasuk PT Timah Tbk dapat membangun sinegisitas bisnis diberbagai aspek fungsional. " Sinergi yang dimaksud bisa dalam bentuk sharing dan  transfer knowledge  bahkan teknologi, serta banyak lagi. Dengan demikian, karena kerja  sama, saling mendukung dan bersinergi antara seluruh BUMN pada akhirnya akan mendorong peningkatan kinerja dan daya saing usaha baik anak perusahaan atau bahkan induk perusahaan," paparnya.

Lebih lanjut, Emil membeberkan terkait sinergi yang bisa dibangun nantinya setelah terbentuknya holding BUMN sektor pertambangan ini. " Cakupan peluang bidang sinergi yang akan terjadi antara lain, sinergi penjualan produk, sinergi pembelian bahan baku, sinergi pemanfaatan bersama fasilitas opreasi dan produksi, sinergi teknologi atau metode eksplorasi dan operasi produksi tambang, dan juga sinergi SDM," beber Emil

OLeh karena itu, Emil mengutarakan bahwa PT Timah Tbk akan menafaatkan program holding ini dengan sebaik mungkin sehingga bisa membawa manfaat dan nilai tambah bagi PT Timah, dengan berbagai strategi. "  Jadi 3 hal utama yang diperkuat atau diperbaiki melalui strategi tiurn arrund strategy. Pertama, implementasi Learning Organization yang efisien dan efektif, kemudian memperkuat struktur permodalan dan pembiayaaan operasional bisnis perusahaan dan yang terakhir adalah memperbaiki kapabilitas dan kapasitas operasional produksi," pungkasnya (Lay)



Artikel Terkait: