SUKSES JUAL BUKU "PERAHU RINDU" DI MEDSOS LUDES TERJUAL BABEL

Penulis pemula asal Bangka Belitung Arka Rapdi Rakasiwi sukses menjual buku yang berjudul Perahu Rindu hasil karya sendiri. Foto/MP.

Caption: Penulis pemula asal Bangka Belitung Arka Rapdi Rakasiwi sukses menjual buku yang berjudul Perahu Rindu hasil karya sendiri. Foto/MP.

PANGKALPINANG - Tanggal 21 November 2017 menjadi hari bersejarah bagi penulis pemula asal Bangka Belitung dalam menjual buku yang ditulis oleh Arka Rapdi Rakasiwi. 

Ia adalah pemuda asal Puding Besar memulai ide ini secara tiba-tiba dengan mengajak beberapa teman untuk ikut seta dalam penulisan antalogi buku Perahu Rindu. Buku yang dibuat dalam waktu 10 hari tersebut merupakan satu hal yang besar.
 
Namun tantanga Arka Rapdi dalam penjualan ia harus bergerak sendiri karena buku yang berjudul perahu rindu diterbit oleh Arsha Teen yang saat itu masih berstatus indie. 

Sehingga mengharuskan penulis sendiri yang menjual bukunya. Ketik buku dalam masa pengiriman ia iseng-iseng memposting dimedsosnya. 

Tak disangka, hal tersebut justru mengundang tawaran teman-temannya yang ingin membeli buku tersebut. Meski hanya melihat cover saja. 

Setelah kejadian tersebut, saat buku tiba pada tanggal 22 November 2017, Rapdi pun memutuskan untuk menjual buku lewat media sosial dengan mengunggah foto pembeli buku dimedia sosialnya. 
 
Tak disangka pengguna media sosial banyak memesan buku Perahu Rindu bahkan buku yang dicetak sebanyak 50 eksemplar tersebut habis hanya dalam waktu 2 hari saja.

"Alhamdulillah tidak menyangka buku Perahu Rindu bisa laris manis hanya dalam waktu dua hari, ini juga berkat teman-teman yang tergabung di kepenulisan buku Perahu Rindu serta dukungan dari Komunitas Aksara Muda Babel (KOSADA)" ungkap Arka Rapdi Rakasiwi salah satu penulis buku perahu rindu.
 
Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa dengan menggunakan media sosial ini mereka bisa menjual buku  dengan cara yang lebih mudah. 

Rapdi dan teman-temannya mengaku ini adalah langkah awal untuk berkarya akan ada karya-karya lagi kedepannya seperti yang sedang digarap sekarang buku jejak-jejak hijrah.

Namun walaupun mereka kini telah memiliki cara baru untuk mempromosikan buku hasil karyanya , Rapdi dan teman-teman masih melakukan usaha agar buku-buku karya mereka bisa berada ditoko-toko buku ternama. 

Mereka optimis bahwa caranya dalam menjual buku  ini bisa diterima oleh masyarakat luas, terutama bagi pengguna media sosial berusia muda. (MP-Rapdi)


Artikel Terkait: