MEDIASI ALOT TAPAL BATAS SELINDUNG DAN JERAMBAH GANTUNG BABEL

Warga dari dua Kelurahan mendatangi kantor Camat untuk mengikuti mediasi tapal batas Kelurahan Selindung dan Jerambah Gantung. Foto/MP.

Caption: Warga dari dua Kelurahan mendatangi kantor Camat untuk mengikuti mediasi tapal batas Kelurahan Selindung dan Jerambah Gantung. Foto/MP.

PANGKALPINANG - Puluhan Masyarakat, serta RT dan RW yang membahas permasalahan tapal batas yang belum menemukan titik terang, antara Kelurahan Selindung dan Jerambah Gantung.

Warga dari dua Kelurahan mendatangi kantor Camat untuk mengikuti mediasi yang diselenggarakan oleh Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang, terkait permasalahan tapal batas yang belum jelas di dua kelurahan tersebut.

Haris Munandar selaku camat, Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang mengatakan, mediasi ini ditempuh sebagai langkah untuk mencari jalan keluar terkait cara mengatasi permasalahan tapal batas ini, dari masing-masing kelurahan melalui perwakilannya, Rabu (15/11/2017).

"kita akan berikan kesempatan untuk masyarakat menyampaikan keinginannya dan akan kita tampung aspirasi itu, dan setelah semuanya tersampaikan barulah kita akan carikan cara untuk solusinya, " kata Haris.

Kurang lebih hampir satu jam mediasi yang alot ini berlangsung,  Tim mediator yang terdiri dari Kabag Pemerintahan , PUPR dan Kecamatan berinisiatif mengajak masyarakat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi nyata dari batas wilayah yang jadi permasalahan.

" Setibanya tim dan warga dilokasi dan langsung berkomunikasi dari kedua belah pihak,dan disepakatilah batas wilayah antara Kelurahan Selindung dan Jerambah Gantung berpatok pada aek mintat namun eksekusinya tidak mungkin bisa secepatnya kerena tentu kita harus melewati mekanisme yang telah ditentukan pemerintah , " ungkapnya.

Di Tahun 2017 ini Pemerintah Kota Pangkalpinang telah membentuk tim percepatan penegasan batas wilayah,yang nantinya akan berperan mengakomodir dan melakukan pembahasan untuk menyelesaikan permasalahan tapal batas wilayah yang nantinya akan tertuang dalam Perwako secara detail," lanjutnya.

Haris juga menegaskan kalau masalah ini sudah selesai dan saat ini kita akan terus melakukan koordinasi secara intens baik lisan maupun tulisan, dan alhamdulillah semuanya sudah sepakat tinggal kedepan kita lakukan tindak lanjutnya saja dengan cara melaksanakan gotong royong di lokasi," tutupnya.

(MP-Jun)

Artikel Terkait: