BAHAYA KOMIX DAN DILARANG BEREDAR OLEH GUBERNUR BABEL BABEL

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan. Foto/tribunnews.

Caption: Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan. Foto/tribunnews.

PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan melarang para pedagang menjual obat batuk merek Komix kepada masyarakat untuk mengantisipasi penyalahgunaan obat tersebut.

"Komix sekarang bukan lagi dikonsumsi masyarakat sebagai obat batuk, tetapi sebagai obat pemacu untuk mereka berhalusinasi, berimajinasi melakukan hal-hal di luar kesadaran," kata Erzaldi di Pangkalpinang, Senin.

Ia menjelaskan obat batuk Komix tidak lagi boleh diperdagangkan di warung-warung agar mereka yang menyalahgunakan obat tersebut tidak lagi bisa mendapatkannya dengan mudah.

"Tim kita akan segera bergerak melakukan penyitaan terhadap obat batuk Komix yang dijual di warung. Obat ini hanya akan disediakan di puskesmas atau klinik saja," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Babel Mulyono Susanto menambahkan, obat batuk Komix yang bebas diperdagangkan itu mengandung dexteometrofan yang bisa dijadikan sebagai pemicu untuk berhalusinasi jika disalahgunakan.

"Apabila disalahgunakan kandungan dexteometrofan bisa membuat si pemakai berimajinasi, bahkan jika penggunaan di luar dosis secara terus menerus dapat merusak ginjal," ujarnya.

Oleh sebab itu pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak ikut menyalahgunakan obat tersebut dan melakukan penyitaan bersama tim terpadu.

"Kita akan segera sosialisasikan ke masyarakat sekaligus mengajak tim terpadu mengantisipasi peredaran obat tersebut," ujarnya. ant

Artikel Terkait: