BPS BABEL: NTP TURUN, DAYA BELI PERDESAAN MELEMAH BABEL

Rapat Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang dihadiri oleh Kepala BPS Darwis Sitorus. Foto/BPS Bangka.

Caption: Rapat Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang dihadiri oleh Kepala BPS Darwis Sitorus. Foto/BPS Bangka.

PANGKALPINANG - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat nilai tukar petani pada Oktober 2017 sebesar 93,67 atau turun 2,12 persen dibandingkan bulan sebelumnya mencapai 95,69, karena harga yang diterima (IT) lebih kecil dari indeks harga yang dibayar petani (IB) di daerah itu.

"Pada Oktober tahun ini IT mengalami penurunan 2,00 persen, sementara IB naik 0,11 persen," kata Kepala BPS Kepulauan Babel Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Jumat.

Ia menjelaskan penurunan nilai tukar petani (NTP) disebabkan turunnya NTP tanaman pangan sebesar 1,01 persen, tanaman perkebunan rakyat 3,66 persen, peternakan 1,24 persen dan perikanan 0,36 persen.

"Penurunan NTP ini mengindikasikan daya beli masyarakat perdesaan khusus petani melemah, sebaiknya NTP naik maka secara relatif tingkat kemapuan daya beli petani semakin tinggi," ujarnya.

Darwis mengatakan IT pada Oktober sebesar 114,29 atau turun 2,12 persen dibandingkan bulan sebelumnya 116,63, karena turunnya indeks tanaman pangan, perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan masyarakat perdesaan.

Sementara itu, IB mencapai 121,88 atau naik 0,11 persen dibandingkan September 2017 sebesar 121,02.

"Kenaikan IB ini karena naiknya holtikultura 0,05 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,14 persen, ternak 0,29 persen dan perikanan 0,07 persen," katanya.

Menurut dia NTP ini diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (IT) terhadap indek harga yang dibayar petani (IB), sebagai salah satu indikator untuk melihat tingkat kemapuan atau daya beli petani.

Selain itu, NTP ini juga menunjukan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi.

"Semakin tinggi NTP maka secara relatif semakin tinggi pula tingkat kemampuan atau daya beli petani," ujarnya. ant

Artikel Terkait: