RUSAK TEMPAT WISATA, 24 ORANG TI APUNG DI GEREBEK BABEL

Ilustrasi - TI Apung yang merusak lingkungan menyebabkan air laut keruh. Foto/Babelpos.

Caption: Ilustrasi - TI Apung yang merusak lingkungan menyebabkan air laut keruh. Foto/Babelpos.

BELINYU - Sebanyak 10 unit ponton tambang inkonvensional (TI) apung dan 24 pekerja tambang yang beroperasi disekitar kawasan wisata Pulau Putri dan Pulau Penyusuk Kecamatan Belinyu diamankan. Selain itu juga diamankan 7 karung pasir timah basah hasil penambangan.

Kegiatan penertibang gabungan ini diakukan oleh anggota Dit Polair Polda Kepualauan Bangka Belitung, anggota Polair Baharkam yang BKO di wilayah Polda Kepulauan Bangka Belitung serta anggota Pos Lanal Babel Belinyu.

Para pekerja tambang dan barang bukti lainnya kemudian diamankan ke Dit Polair Polda Kepualaun Bangka Belitung di Pangkalabam Pangkalpinang.

"Penertiban TI apung dikawasan Pulau Putri dan Pulau Penyusuk ini dilakukan karena laporan masyarakat yang resah karena akibat penambangan merusak kawasan wisata tersebut," kata Kasatrolda Dit Polair Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Irwan Deffi Naosution Kamis (24/8/2017) mewakili Dir Polair Kombes (Pol) Lukas Gunawan.

Banyaknya keluhan pegiat wisata dan wisatawan yang berkunjung kekawasan seputaran Pulau Penyusuk dan Pulau Putri yang resah melihat kerusakan dan dampak penambangan yang terjadi. Kawasan perairan menjadi keruh dan limbah TI apung membuat terumbu karang menjadi rusak dan tertutup limbah.

Dikutip dari Bangka pos, Rabu (23/8/2017) sore, tim gabungan terdiri dari anggota Dit Polair Polda Kepulauan Bangka Belitung, anggota Polair Baharkam yang BKO dan anggota Pos TNI Lanal Belinyu melaksanakan penertiban. Sejumlah kapal patroli juga dikerahkan dalam penertiban tersebut.

Antara lain Kapal Patroli Kp XXVIII 2009, KP-XXVIII 1004 dan dua kapal BKO Baharkam Polri yakni KP Kutilang dan KP Anis Kembang. Saat kawasan Pulau Penyusuk dan Pulau Putri didatangi didapat sebanyak 10 unit TI apung sedang beropeasi.

Tim langsung mendatangi satu persatu TI apung dan menghentikan aktifitas mereka. Selanjutnya sebanyak 24 pekerja tambang diatas TI apung dikumpullkan diatas kapal patroli.

Para pekerja dan TI apung tersebut kemudian dan dibawa menuju Dit Polair Polda Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalbalam Pangkalpinang bersama 7 karung pasir timah basah hasil penambangan.

"Para pekerja saat ini masih menjalani pemeriksaan di Dit Polair Polda Kepulauan Bangka bersama barang bukti TI apung dan pasir timah," kata AKBP Irwan Deffi Nasution

Ditambahkannya pihak dalam waktu dekat akan kembali menggelar kegiatan penertiban disejumlah wilayah. Sebab banyak kawasan terlarang seperti di aliran sungai, kawasan wisata dan hutang manggrove yang dirambah aktivitias penambangan.

"Kita akan kembali turun melakukan penertiban sebelumnya kita sudah pernah memberikan himbauan untuk menghentikan aktifitas penambangan dikawasan terlaran namun karena masih banyak yang membandel maka akan diambil tindakan tegas," kata AKBP Irwan Deffi Nasution. (Red)

Artikel Terkait: