RAZIA TAMBANG TIMAH ILEGAL DI SUNGAILIAT "BOCOR" BABEL

Ilustrasi - Polres Basel Hentikan Penambangan Timah Ilegal di Pinggir Jalan. Foto/tribunnews.

Caption: Ilustrasi - Polres Basel Hentikan Penambangan Timah Ilegal di Pinggir Jalan. Foto/tribunnews.

SUNGAILIAT - Aktifitas tambang timah inkonvensional (TI Ilegal) di sepadan rawa dan sungai Jl Laut Sungailiat Bangka, kembali dirazia. Sayang, kedatangan petugas sudah 'bocor'. Sehingga saat tim tiba di lokasi, tak satu pun penambang beraktifitas.

"Namun demikian, kita temukan bekas penambangan mereka, termasuk beberapa mesin tambang yang disembunyikan di semak-semak, yang langsung kita sita," kata Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun diwakili Kabag Ops Kompol S Sophian, seperti dikuti Bangka Pos Group, Minggu (13/8/2017).

Sophian menyebutkan, razia dilakukan, Jumat (11/8/2017) lalu, akan berlanjut pada hari berikutnya.. Pihak kepolisian akan terus memantau para penambang yang diduga 'kucing-kucingan mengeksploitasi kawasan ini.

"Razia dilaksanakan, Jumat kemarin, karena kita mendapat informasi dari masyarakat bahwa masih adanya TI yang beroperasi di Jl Laut atau Belakang SDN 18 Jl Laut. Sayang, saat kita tiba di TKP, tidak ditemukan penambang," katanya.

Razia tambang ilegal atau tanpa ijin di kawasan ini, berlangsung aman terkendali. Walau tak berhasil menangkap penambang atau pemilik TI, tapi polisi menemukan bukti aktifitas ilegal di tempat ini.

"Kondisi di lapangan masih tampak sisa bekas kegiatan penambangan. Dan saat dilakukan penyisiran semak-semak, disekitar lokasi, ditemukan satu unit mesin pompa air dan satu unit pompa tanah mini serta selang air. Selanjutnya barang temuan itu diamankan di Satreslrim Polres Bangka," jelas Sophian.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun Bangka Pos Group dari berbagai sumber menyebutkan, penambangan ilegal di sepadan resapan air di kawasan itu, terjadi sejak beberapa bulan silam. Sebenarnya, sebagian besar Warga Jl Laut menolak keberadaan tambang ini.

Namun diduga karena dibekingi sejumlah oknum aparat, tambang itu akhirnya dapat beroperasi.

Bahkan, akhir-akhir ini beredar khabar, antar oknum berbeda satuan, rebutan 'pegang' wilayah tersebut. Sayang soal adanya oknum yang jadi beking, Sophian tak menjelaskannya.

"Yang jelas kegiatan penertiban dan patroli TI di lokasi tersebut sudah sering dilaksanakan oleh Polres Bangka dan Polsek Sungailiat, namun masih ada para penambang yang mencoba menambang di lokasi tersebut," katanya.

Pihak kepolisian mengharapkan peran serta instansi terkait, khususnya kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan menolak aktifitas penambangan di kawasan ini.

"Karena dikhawatirkan apabila musim hujan tiba, aktifitas TI-Ti itu dapat mengakibatkan banjir bagi masyarakat yang tinggal sekitar di lokasi tersebut," katanya. (red)

Artikel Terkait: