REBOISASI, TANAM 600 POHON DI PAYABENUA BABEL

Mahasiswa KKN BKS wilayah barat Indonesia yang sedang melakukan pengabdian di Desa Payabenua, Kecamatan Mendo Barat, Jumat (11/08/2017) pagi, bekerja sama dengan warga setempat melakukan penanaman pohon. Foto/media pembaharuan.com.

Caption: Mahasiswa KKN BKS wilayah barat Indonesia yang sedang melakukan pengabdian di Desa Payabenua, Kecamatan Mendo Barat, Jumat (11/08/2017) pagi, bekerja sama dengan warga setempat melakukan penanaman pohon. Foto/media pembaharuan.com.

MENDO BARAT - Mahasiswa KKN BKS wilayah barat Indonesia yang sedang melakukan pengabdian di Desa Payabenua, Kecamatan Mendo Barat, Jumat (11/08/2017) pagi bekerja sama dengan warga setempat melakukan penanaman pohon.

Chindra Pratama, selaku Koordinator Mahasiswa KKN di Payabenua mengatakan ada 600 bibit pohon yang ditanam dari tiga jenis tanaman yang didapatkan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Batu Rusa Cerucuk (BPDAS) Provinsi Kepulauan  Bangka Belitung.

Ditambahkannya, bibit pohon tersebut ditanam di beberapa titik yang dianggap perlu dilakukan penanaman ulang seperti pinggir jalan menuju ke kebun warga, dan di pinggir aliran sungai.

“Lokasi penanaman sendiri kami keordinasikan dengan aparat desa, barulah kami lakukan penanaman. Tadi, ada beberapa titik yang dianggap memang dibutuhkan untuk penghijauan kembali,” terang Chindra Mahasiswa KKN asal Jurusan Ilmu Hukum Universitas Bangka Belitung.

Kegiatan reboisasi Mahasiswa KKN BKS wilayah barat Indonesia 2017 ini disambut baik oleh warga, Kepala Desa Payabenua, Marzuni mengungkapkan antusiasnya mengingat pohon yang berada disekitar desa mereka semakin hari semakin berkurang seiring tuntutan  ekonomi yang membuat warganya harus menebang pohon.

“Kami sangat menyambut baik sekali mengenai penghijauan, mengingat tuntutan perekonomian masyarakat desa harus menebang pohon,” ujar Marzuni.

Mengingat penebangan pohon yang tak bisa dihindari oleh masyarakat, Marzuni mengharapkan kedepannya kegiatan penanaman pohon seperti ini gencar dilakukan baik dari aktivis lingkungan maupun dari pemerintah. (fkh)

Artikel Terkait: