DINAS PERTANIAN BABEL AWASI PUPUK ILEGAL DAN OPLOSAN BABEL

 Ilustrasi, Foto diambil dari berbagai sumber.

Caption: Ilustrasi, Foto diambil dari berbagai sumber.

PANGKALPINANG - Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperketat pengawasan distribusi pupuk industri guna mengantisipasi pupuk ilegal dan oplosan yang merugikan petani di daerah itu.

"Saat ini potensi masuk dan beredar pupuk ilegal rawan karena permintaan petani yang meningkat," kata Kepala Seksi Pupuk Pertisida dan Alsintan Dinas Pertanian Kepulauan Babel Junaidi di Pangkalpinang, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa permintaan pupuk organik dan nonorganik di awal bulan ini mengalami peningkatan karena petani sudah memasuki masa tanam padi.

Selain itu, setelah panen lada putih, permintaan pupuk petani komoditas ekspor itu juga mengalami peningkatan yang signifikan sehingga kondisi ini dimanfaatkan oleh pedagang nakal untuk menjual pupuk ilegal, oplosan, dan kedaluwarsa yang merugikan petani.

"Kami akan bekerja sama dengan Satgas Pangan untuk mengawasi dan menindak oknum pedagang yang menjual pupuk ilegal ini," ujarnya.

Junaidi mengatakan bahwa penemuan 142 ton pupuk tidak memiliki izin edar dan kandungan pupuk tidak sesuai dengan SNI di tiga gudang distributor sembako beberapa waktu lalu merupakan salah satu indikasi permintaan pupuk yang mengalami peningkatan.

"Setiap memasuki masa tanam padi dan pascapanen lada ini selalu dimanfaatkan oleh pedagang nakal untuk menjual pupuk-pupuk ilegal karena mereka mengetahui kondisi dan ketersediaan pupuk di pasaran yang kurang untuk memenuhi permintaan petani yang tinggi," ujarnya.

Untuk itu, kata dia diimbau petani untuk lebih berhati-hati dan teliti sebelum membeli pupuk serta melapor kepada instansi terkait dan kepolisian apabila menemukan pupuk ilegal ini.

"Kami berharap petani tidak tergiur dengan harga pupuk murah agar terhindar dari pupuk ilegal, oplosan, dan kedaluwarsa," katanya. ant

Artikel Terkait: