KKN UBB XII 2017: "MEMBANGUN BABEL BERKELANJUTAN" BABEL

KKN Tematik & Revolusi Mental Desa Tukak, Sadai, Bangka Selatan. Foto/Media pembaharuan.com.

Caption: KKN Tematik & Revolusi Mental Desa Tukak, Sadai, Bangka Selatan. Foto/Media pembaharuan.com.

MERAWANG - KKN merupakan bentuk pengabdian Mahasiswa kepada masyarakat sebagai perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat.

Sebanyak 917 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UBB Angkatan XII 2017 dilepas secara resmi di halaman ucapara Kampus Terpadu UBB, Senin 17 Juli 1017 oleh Rektor UBB yang diwakili oleh Wakil Rektor (Warek) III Fadilah Sobri.

"Membangun Bangka Belitung  Berkelanjutan", tema yang diusung oleh Panitia KKN XII UBB 2017. Menurut Wahyu Adi Ketua Panitia KKN UBB XII 2017, pelaksanaan KKN pada tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, karena terdapat enam varian jenis KKN yang tersebar di Pulau Bangka dan Pulau Belitung.

Nanang Wahyudin Sekretaris LPPM mewakili sambutan Ketua LPPM Dr. Dwi Haryadi, SH. MH yang berhalangan hadir dikarenakan faktor cuaca buruk di Pulau Belitung.

"Dr. Dwi sebenernya menghendaki untuk hadir, karena menurutnya acara ini adalah acara yang penting namun karena faktor cuaca yang buruk di Belitung akhirnya beliau tidak bisa hadir," jelas Nanang.

Nanang berpesan, Mahasiswa jangan sampai ada rasa kecemburuan sosial, karena hakikatnya tidak ada KKN yang lebih baik dan dispesialkan, sebab menurutnya semua KKN sama, yang membedakan adalah hasil dari pengabdiannya kepada masyarakat.

"Saya mengimbau, KKN ini adalah KKN yang ke-12, banyak kekurangan sebelumnya. Maka saya berharap KKN pada tahun ini lebih baik. Mari kita semangat bersama. Bagi Mahasiswa, jangan hanya ketika ada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) baru semangat, bangunkan dari hati kita semangat, bahwa KKN ini adalah wujud pengabdian kepada masyarakat," tegasnya dengan penuh semangat.

Fadilah Sobri Warek III UBB juga mengharapkan, Mahasiswa KKN selama pengabdian agar dapat 'menguasai' masjid dengan mengadakan pendidikan agama dan dapat berbaur dengan Tokoh Masyarakat (Tomas), Tokoh Agama (Tiga), dan Tokoh Pemuda (Topem) di masing-masing tempat KKN. (MP-Fkh)



Artikel Terkait: